Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Said Didu Minta Ampun Lihat Standar Kecerdasan Versi Prabowo yang Pandai Menjilat dan Punya Bakat Culas

        Said Didu Minta Ampun Lihat Standar Kecerdasan Versi Prabowo yang Pandai Menjilat dan Punya Bakat Culas Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kecerdasan seseorang tidak ditentukan oleh sekolah atau kampus tempatnya menempuh pendidikan.

        Said Didu menyinggung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang sebelumnya disebut Prabowo sebagai salah satu contoh bahwa kecerdasan dan keberanian tidak bergantung pada latar belakang pendidikan.

        "Dulu standar kecerdasan adalah Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang lulus doktor summa cum laude di Jerman. Sekarang, standarnya adalah Bahlil Lahadalia (kata Pak Prabowo) yang kampusnya tidak jelas dan ketahuan ngejar doktor lewat jiplakan disertasi," kata Said Didu melalui unggahan di media sosialnya.

        Said Didu juga menyindir anggapan bahwa pendidikan tidak penting hanya karena ingin memuji seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan tertentu.

        "Demi 'memuji' Bahlil Lahadalia yang sekolahnya tidak jelas maka disimpulkan seakan sekolah tidak penting," ujarnya.

        Menurut Said Didu, pernyataan tersebut berpotensi mengesankan bahwa orang yang memiliki pendidikan baik tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memainkan kepentingan politik tidak akan mendapatkan tempat.

        "Bagi yang sekolah baik tapi tidak bisa licik, tidak bisa menjilat, dan tidak berbakat culas demi jabatan seakan tidak berguna. Ampuuunnnn," tulisnya.

        Sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara pendidikan dan kecerdasan saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

        Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan keberanian dan kecerdasan seseorang tidak selalu ditentukan oleh institusi pendidikan tempatnya belajar.

        "Jadi, tadi keberanian, kecerdasan. Dan kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah," kata Prabowo.

        Prabowo kemudian menyinggung perjalanan pendidikan Bahlil. Menurutnya, kampus tempat Bahlil menempuh pendidikan bukan perguruan tinggi yang terkenal.

        "Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil. Saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal Pak Bahlil. Kalau dicari di Google kampusnya sudah nggak ada," ujar Prabowo.

        Pernyataan Prabowo tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Said Didu yang membandingkannya dengan sosok B.J. Habibie, tokoh teknologi Indonesia yang dikenal memiliki rekam akademik di bidang teknik dan pernah meraih gelar doktor di Jerman.

        Kritik Said Didu juga muncul dalam konteks polemik mengenai riwayat pendidikan dan disertasi Bahlil yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: