Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        UCID Cetak Laba Rp158,62 Miliar pada Semester I-2026, Pendapatan Tumbuh 4,1 Persen

        UCID Cetak Laba Rp158,62 Miliar pada Semester I-2026, Pendapatan Tumbuh 4,1 Persen Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Produsen produk perawatan bayi, pembalut wanita, popok dewasa, serta produk makanan dan toiletries hewan peliharaan itu berhasil membukukan laba periode berjalan Rp158,62 miliar.

        Capaian tersebut berbalik positif dibandingkan semester I-2025, ketika perseroan mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp6,15 miliar.

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian semester I-2026, UCID membukukan pendapatan neto sebesar Rp4,44 triliun. Angka ini tumbuh 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,27 triliun.

        Pendapatan tersebut ditopang penjualan domestik sebesar Rp4,02 triliun dan penjualan ekspor Rp423,45 miliar.

        Perbaikan juga terlihat pada kinerja operasional. UCID mencatat laba operasi sebesar Rp116,36 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi operasi Rp2,29 miliar pada semester I-2025.

        Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk Yasutaka Nishioka mengatakan, perbaikan kinerja tersebut didorong strategi perseroan dalam mengoptimalkan portofolio bisnis dan memperkuat jaringan distribusi.

        "Capaian kinerja ini didorong oleh langkah strategis Perseroan dalam mengoptimalkan portofolio bisnis, utamanya melalui peningkatan kontribusi segmen Feminine Care (FC) yang berhasil mendorong rasio laba bruto," ujar Yasutaka.

        Menurut dia, UCID juga memperkuat saluran distribusi melalui jaringan General Trade (GT) serta meningkatkan eksposur produk. Kinerja positif turut didukung pertumbuhan penjualan melalui platform e-commerce, penataan ulang jaringan distribusi, serta pengelolaan arus kas dan perputaran piutang yang semakin stabil.

        Pemulihan kinerja fundamental UCID juga diikuti penguatan harga saham di pasar modal. Harga saham UCID tercatat naik sekitar 11,8 persen, dari Rp372 per saham pada akhir Juni 2026 menjadi di atas Rp410 per saham pada awal Agustus 2026.

        Meski demikian, pergerakan harga saham tetap dipengaruhi kondisi pasar modal secara keseluruhan, sentimen sektor, serta berbagai faktor eksternal.

        Memasuki semester II-2026, UCID menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap memperkuat bisnis yang memiliki prospek menguntungkan.

        Perseroan menghadapi sejumlah tantangan eksternal, termasuk kenaikan biaya material dan biaya pengiriman yang dipengaruhi situasi di Timur Tengah serta kondisi perekonomian Indonesia.

        Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, UCID akan mempercepat pengembangan kategori bisnis yang menguntungkan, melakukan investasi secara selektif pada saluran distribusi, serta menghadirkan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar.

        "Kegiatan bisnis ini kami jalankan selaras dengan komitmen keberlanjutan 'Ethical Living for SDGs' demi memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Yasutaka.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: