Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
Pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat dengan menahan harga pakan sekaligus memastikan telur produksi peternak terserap oleh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk merespons tekanan yang saat ini dirasakan peternak, terutama terkait biaya produksi dan harga jual hasil ternak.
Amran menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG wajib menyerap telur peternak sesuai ketentuan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
"Sudah ada instruksi, sudah ada surat bahwa wajib menyerap sesuai juknisnya. Itu kita lakukan demi peternak-peternak kita seluruh Indonesia," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Menurut Amran, kepastian penyerapan tersebut menjadi bagian penting dari perlindungan terhadap peternak. Biaya produksi yang terkendali tidak akan cukup membantu apabila telur yang dihasilkan tidak terserap dengan harga yang layak.
Karena itu, pemerintah mengambil langkah dari dua sisi. Di tingkat hulu, harga pakan ayam dijaga agar tidak melonjak dan membebani biaya operasional peternak, sedangkan di sisi hilir pemerintah memastikan hasil produksi memiliki pasar.
"HPP untuk harga telur kita jaga, tetapi harga pakan juga harus kita jaga, jangan terlalu tinggi. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Itu kita sudah sepakat semua," kata Amran.
Selain memastikan penyerapan, pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG. Konsumsi telur yang sebelumnya satu kali dalam sepekan disebut berpeluang ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali.
"Insyaallah harga telur kita jaga di tingkat SPPG. Kemudian kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya BGN," ujar Amran.
Peningkatan penggunaan telur dalam program MBG dinilai dapat memberikan manfaat ganda. Kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi, sementara permintaan terhadap telur peternak rakyat ikut meningkat.
Baca Juga: Ketahuan Otak-atik Harga Telur, Peringatan Mentan Amran ke Pengusaha: Yang Kedapatan Bermain-main...
Dengan pasar yang lebih pasti, peternak diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan usaha. Kebijakan tersebut juga dapat memperkuat rantai pasok produk peternakan yang terhubung dengan program pemerintah.
Langkah itu diputuskan setelah Amran menerima aspirasi peternak dari berbagai daerah dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).
Amran menyebut pemerintah perlu bergerak cepat karena kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan peternak rakyat. Ia mengatakan pemerintah tidak ingin persoalan yang muncul di lapangan dibiarkan berlarut-larut.
"Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami. Begitu kami lihat ada demo di beberapa daerah, langsung kami rapat di Surabaya. Tidak menunggu lagi rapat di Jakarta," tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama