Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rocky Gerung Bongkar Utang Piutang Prabowo–Jokowi, Politik Kian Panas

        Rocky Gerung Bongkar Utang Piutang Prabowo–Jokowi, Politik Kian Panas Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Rocky Gerung menilai ketegangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) justru baik bagi dinamika politik Indonesia.

        Menurut Rocky, di balik layar keduanya berpotensi saling menagih utang, baik berupa utang budi maupun materi.

        "Bagus dong. Kan tetap orang ingin lihat ketegangan itu artinya di belakang layar ada tagih-menagih utang. Utang apa ya? Utang budi, utang uang, utang material, utang psikologi segala macam. Kan sumber ketegangan cuma itu tuh," ujarnya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Rabu (12/8).

        "Ya udah bagus aja kan supaya satu waktu orang nunggu dibuka dong. Emang utang piutangnya apa?" imbuhnya.

        Hubungan Prabowo dan Jokowi belakangan dilaporkan mengalami kerenggangan politik, meski belum sampai pada tahap perpecahan total. Salah satu indikatornya adalah pembatasan ruang gerak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi.

        Baca Juga: Londo Ireng: Kode Rahasia Prabowo ke Jokowi yang Baru Terbongkar

        Posisi duduk Gibran dalam sidang kabinet paripurna dilaporkan digeser, tidak lagi berdampingan langsung dengan Prabowo. Selain itu, alur tanggung jawab lembaga seperti Badan Pusat Statistik dalam RUU Statistik dialihkan langsung ke Presiden, bukan ke Wapres.

        Jokowi dan Prabowo juga semakin jarang tampil bersama. Misalnya, Jokowi absen dalam upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Sementara itu, Prabowo mulai merangkul sejumlah tokoh dan aktivis yang sebelumnya dikenal vokal mengkritik pemerintahan Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: