Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Mendadak Bangkit 1% Jelang Pengumuman MSCI

        IHSG Mendadak Bangkit 1% Jelang Pengumuman MSCI Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jelang Hasil MSCI, IHSG Rebound 1% ke 6.330

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1% pada perdagangan sesi I, Rabu (12/8/2026), ke level 6.330,35. Penguatan terjadi saat investor menanti pengumuman hasil Tinjauan Indeks Agustus 2026 dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 62,47 poin ke level 6.330,35 hingga jeda perdagangan siang. Sepanjang sesi I, indeks bergerak di zona hijau dengan level terendah 6.272,30 dan tertinggi 6.336,50.

        Penguatan IHSG ditopang mayoritas saham. Sebanyak 449 saham menguat, sedangkan 171 saham melemah dan 170 saham lainnya bergerak stagnan.

        Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Volume transaksi mencapai sekitar 19,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,91 triliun. Sementara frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,18 juta kali.

        Penguatan tersebut terjadi menjelang pengumuman hasil tinjauan MSCI yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 pukul 23.00 CEST. Keputusan tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi sentimen terhadap pasar saham Indonesia.

        Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan tekanan jual di pasar saham masih belum sepenuhnya hilang. Namun, penurunan volume transaksi jual memberikan sinyal bahwa tekanan terhadap IHSG mulai berpotensi mereda.

        Kondisi tersebut membuka ruang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

        "Dalam skenario terbaik, indeks berpotensi menguat menuju level 6.440-6.544," ujar Herditya dalam riset hariannya.

        Meski demikian, Herditya mengingatkan investor untuk tetap mencermati risiko koreksi. Jika IHSG gagal mempertahankan momentum positif dan kembali menembus level support penting, indeks berpotensi turun menuju kisaran 5.890-6.192.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga melihat peluang penguatan IHSG berdasarkan sejumlah indikator teknikal. Namun, ruang kenaikan indeks dinilai masih terbatas karena investor cenderung menahan diri sambil menunggu kepastian dari sejumlah sentimen utama.

        "Menjelang pengumuman MSCI, volatilitas pasar diperkirakan meningkat. Investor cenderung mengambil posisi hati-hati sambil mencermati hasil tinjauan tersebut serta dampaknya terhadap pasar saham Indonesia," kata Nafan.

        Baca Juga: Bakal Dimiliki Danantara Hingga Kemenkeu, BEI Tegaskan Bursa Tetap Independen Usai Demutualisasi

        Baca Juga: Jelang Hasil MSCI, IHSG Punya Peluang Balik Arah ke 6.544

        Baca Juga: Bursa Efek Indonesia Rombak Komisaris Jelang Review MSCI

        Selain MSCI, pelaku pasar mencermati perkembangan geopolitik global. Ketegangan yang kembali meningkat antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

        Menurut Nafan, kondisi tersebut membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see. Perubahan harga energi dinilai dapat memengaruhi sentimen pasar secara lebih luas dan memengaruhi keputusan investasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: