Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ikuti Zuckerberg, Pendiri Goggle Rela Habiskan Rp1,78 triliun demi Gagalkan Pajak Miliarder

        Ikuti Zuckerberg, Pendiri Goggle Rela Habiskan Rp1,78 triliun demi Gagalkan Pajak Miliarder Kredit Foto: Wikimedia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pendiri Google Sergey Brin kembali menggelontorkan dana untuk menentang rencana penerapan pajak miliarder di California. Brin menyumbang US$20 juta atau sekitar Rp357,6 miliar kepada Build a Better California, organisasi yang berkampanye menentang usulan tersebut.

        Tambahan donasi itu membuat total dana yang telah dikeluarkan Brin untuk menentang pajak miliarder California mencapai lebih dari US$100 juta atau setara Rp1,78 triliun.

        Menurut laporan TechCrunch, kekayaannya Brin diperkirakan mencapai sekitar US$267 miliar, dan disebut berpotensi menghadapi kewajiban pajak sekitar US$13,3 miliar apabila kebijakan tersebut diberlakukan.

        Pajak tersebut merupakan bagian dari Proposition 40 atau Prop 40 yang dijuluki billionaire tax. Jika disetujui dalam pemungutan suara pada November mendatang, kebijakan itu akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5% terhadap kekayaan bersih sekitar 200 miliarder yang tinggal di California.

        Dana yang terkumpul dari pajak tersebut sebagian besar direncanakan untuk membiayai program kesehatan di California. Kebijakan ini juga muncul ketika program Medicaid California menghadapi potensi kehilangan pendanaan federal hingga US$30 miliar akibat pemangkasan anggaran pemerintahan Presiden Donald Trump.

        Brin bukan satu-satunya tokoh teknologi yang mengambil langkah untuk menghindari dampak pajak tersebut. Sejumlah miliarder teknologi lainnya juga dilaporkan telah meninggalkan California.

        Pendiri Meta Mark Zuckerberg, misalnya, dilaporkan membeli rumah senilai US$170 juta di dekat Miami. Mantan CEO Uber Travis Kalanick, investor Peter Thiel, serta salah satu pendiri Google Larry Page juga disebut telah meninggalkan California.

        Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom turut menentang Prop 40 karena khawatir pajak tersebut mendorong para miliarder dan bisnis mereka keluar dari negara bagian tersebut.

        Newsom justru mendorong penerapan pajak miliarder secara nasional. Menurutnya, sistem perpajakan saat ini memungkinkan orang-orang superkaya menggunakan aset saham sebagai jaminan pinjaman tanpa mencatat pendapatan kena pajak.

        Di sisi lain, tidak semua miliarder teknologi menolak kebijakan tersebut. Pendiri Nvidia Jensen Huang justru menyatakan tidak keberatan apabila harus membayar pajak miliarder California.

        Baca Juga: Bos Google Umumkan Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Susul ChatGPT

        Baca Juga: Uni Eropa Denda Google Rp17,9 Triliun karena Langgar Aturan Pasar Digital

        Huang diperkirakan akan menghadapi kewajiban pajak sekitar US$8 miliar. Dalam wawancara pada Januari lalu, dia mengatakan tidak terlalu memikirkan besaran pajak tersebut dan menerima konsekuensi karena memilih tinggal di Silicon Valley.

        "Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan pajak apa pun yang ingin mereka terapkan, biarlah. Saya baik-baik saja dengan itu,” kata Huang mengutip wawancarnya dengan Bloomberg Internasional pada Januari lalu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: