Prudential Gelontorkan Klaim Rp18,2 Triliun, Luncurkan Kampanye 'Janji, jadi Nyata'
Kredit Foto: Prudential Indonesia
Prudential plc meluncurkan kampanye regional bertajuk "Janji, jadi nyata" di delapan pasar Asia, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial. Di Indonesia, peluncuran kampanye tersebut dibarengi dengan penegasan komitmen perusahaan melalui pembayaran klaim dan manfaat senilai Rp18,2 triliun sepanjang 2025 oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah.
Berdasarkan data perusahaan, Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun kepada 332.122 penerima manfaat sepanjang 2025. Sementara itu, Prudential Syariah menyalurkan klaim sebesar Rp2,2 triliunkepada 68.922 penerima manfaat.
Komitmen tersebut berlanjut pada kuartal I 2026. Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp4,4 triliun kepada 161.194 penerima manfaat, sedangkan Prudential Syariah menyalurkan Rp529 miliar kepada lebih dari 21 ribu penerima manfaat.
Peluncuran kampanye "Janji, jadi nyata" dilakukan secara serentak di delapan negara Asia, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan.
Di Indonesia, kampanye tersebut dihadirkan melalui situs resmi, media sosial Prudential Indonesia dan Prudential Syariah, serta berbagai kegiatan di sejumlah kota. Kampanye mengangkat kisah mengenai komitmen seseorang dalam melindungi keluarga sebagai bentuk nyata dari perencanaan masa depan.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan keputusan memiliki perlindungan pada dasarnya merupakan wujud komitmen seseorang kepada diri sendiri maupun keluarga.
"Melalui kampanye 'Janji, jadi nyata', kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan, ada janji kepada diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Bagi Prudential, janji tersebut diwujudkan dengan terus memahami kebutuhan Nasabah, menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, serta memberikan layanan dan pengalaman yang dapat memberikan rasa aman dan percaya diri ketika dibutuhkan. Karena pada akhirnya, yang kami lindungi bukan hanya kesehatan dan finansial, tetapi juga rencana dan masa depan yang ingin diwujudkan bersama keluarga," ujar Karin.
Sementara itu, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan perlindungan dalam prinsip syariah juga mencerminkan semangat saling tolong-menolong (ta'awun) antar peserta melalui dana tabarru'.
"Bagi Prudential Syariah, perlindungan bukan hanya tentang menghadapi risiko, tetapi juga tentang ikhtiar untuk menjaga diri dan orang-orang yang kita cintai. Lebih dari itu, dalam prinsip syariah, setiap Peserta senantiasa memiliki semangat dan komitmen untuk tolong-menolong antar sesama (ta'awun)," katanya.
Baca Juga: Bunga BI Mentok 5,75%, Prudential Ungkap Nasib Investasi SBN
Baca Juga: Prudential Kantongi Rp5,5 Triliun, Premi Tumbuh 8,2% di Tengah Inflasi Medis
Baca Juga: Kumpulkan 154 Kantong Darah, 230 Peserta Ikuti Prudential Gelar Blood Drive
Selain menyoroti komitmen pembayaran klaim, Prudential juga mengungkapkan hasil survei independen yang menempatkan Prudential Syariah sebagai peringkat pertama dalam Brand Preference dan Relationship Net Promoter Score (rNPS) di industri asuransi jiwa syariah Indonesia.
Menurut perusahaan, capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan peserta terhadap layanan perlindungan yang diberikan sekaligus menjadi indikator loyalitas nasabah di industri asuransi syariah.
Prudential menyatakan kampanye regional tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan serta mendampingi nasabah dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan melalui layanan dan pembayaran klaim ketika dibutuhkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: