Kredit Foto: Antara/Henry Purba
Bank Indonesia (BI) memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% atau gratis untuk seluruh kategori merchant. Kebijakan tersebut berlaku untuk transaksi dengan nilai maksimal Rp100 ribu.
Sebelumnya, MDR QRIS 0% untuk transaksi hingga Rp100 ribu hanya berlaku bagi merchant kategori usaha mikro atau UMi. Perluasan kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya transaksi bagi pelaku usaha. Langkah ini juga diarahkan untuk memperluas manfaat ekonomi digital dan menjaga daya beli masyarakat.
"Kebijakan ini akan mulai efektif per tanggal 1 Oktober 2026. Kebijakan ini akan memberikan ruang efisiensi biaya transaksi bagi para pelaku usaha, agar manfaat ekonomi digital semakin luas dan inklusif. Sekaligus mendukung penguatan daya beli masyarakat," ujar Destry selepas upacara HUT RI di Kantor BI, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Meski diperluas, kebijakan MDR QRIS 0% untuk merchant UMi dengan transaksi hingga Rp500 ribu tetap berlaku. Artinya, pelaku usaha mikro masih mendapatkan fasilitas bebas biaya untuk transaksi sesuai ketentuan tersebut.
BI menargetkan perluasan MDR QRIS 0% dapat meningkatkan penggunaan pembayaran digital. Kebijakan ini juga diharapkan mendorong aktivitas belanja dan kegiatan ekonomi masyarakat.
"Perluasan kebijakan MDR QRIS 0% diharapkan dapat mendorong akseptasi dan peningkatan volume transaksi QRIS, memperluas digitalisasi pembayaran pada berbagai segmen usaha, serta pada gilirannya mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat," ujar Destry.
Baca Juga: Hadiah HUT RI, BI Perluas MDR QRIS 0% dan Luncurkan Kartu Kredit Indonesia
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari respons BI dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Efisiensi transaksi dan percepatan digitalisasi menjadi bagian penting dari kebijakan sistem pembayaran.
"Sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi," tandas Ryan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy