Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Pegiat media sosial Ardianto Satriawan menyoroti pernyataan Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong yang menyebut guru PPPK harus berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto usai status mereka akan dialihkan sebagai pegawai pemerintah pusat.
Ardianto mengaku bingung dengan pernyataan tersebut. "Terima kasih ke siapa???" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (19/8).
Seorang netizen dengan akun @Sea12Vit*** menanggapi dengan sindiran keras. Menurutnya, rakyat Indonesia kini memiliki presiden yang berkepribadian NPD (Narcissistic Personality Disorder).
"Gilaaaaaaaaaaa rakyat indon punya presiden NPD final, yang sabar ya WNI," cuitnya.
Sebelumnya, Bahtra menilai guru PPPK seharusnya berterima kasih kepada Prabowo atas rencana kenaikan status menjadi pegawai pemerintah pusat. Ia menambahkan, guru PPPK juga diberikan peluang untuk menjadi PNS pada awal 2027 mendatang.
"Saya pikir kita harus berterima kasih dengan Presiden Prabowo, bahwa semua yang menjadi aspirasi publik, aspirasi masyarakat terutama PPPK ini sudah diakomodir oleh pemerintah pusat," ujar Bahtra, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS di Awal 2027, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pengangkatan Otomatis
Dengan status baru tersebut, gaji guru PPPK akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jadi, saya pikir itu sesuatu yang bagus, dan ini semua menjadi harapan mungkin PPPK yang selama ini ada isu-isu bahwa PPPK akan dirumahkan, dan itu terbantah dengan sendirinya," imbuh Wakil Ketua Komisi II DPR itu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya