Kredit Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Pengamat Kebijakan Publik, Syukur Mandar, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak hanya dikelilingi loyalis, melainkan juga orang-orang yang jenius dan mampu menjalankan kebijakan presiden dengan baik.
Menurut Syukur, kelemahan terbesar Prabowo justru ada pada lingkaran dalam kabinet. Ia menilai banyak menteri yang tidak mampu mengoperasikan keinginan presiden secara efektif.
"Nah, Presiden Prabowo harus memastikan bahwa lingkaran dia tidak hanya orang loyalis, tapi orang yang jenius juga," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (20/8).
"Dan saya melihat itu titik lemah presiden. Di mana orang-orang yang ditempatkan dekat itu tidak bisa mengoperit keinginan presiden secara baik," imbuhnya.
Syukur menegaskan, kegagalan terbesar pemerintahan justru berasal dari internal kabinet.
"Saya sudah mengatakan berulang kali 80 sampai 90% orang-orang yang menjadi menteri hari ini itu tidak loyal pada presiden. Loyalitas pada presiden bukan diukur dari ikut rapat. Tepuk tangan. Muji-muji. Bukan," tegasnya.
"Loyalitas pada presiden diukur dari kemampuan dia mengendalikan regulasi yang dibuat oleh presiden yang dilimpahkan kepada dia. Kementerian badan dan lembaga yang dia pimpin. Regulasinya harus dijalankan secara baik. Tata kelolanya harus baik. Mereka yang bertanggung jawab," lanjutnya.
Baca Juga: 14 Menteri Mundur Runtuhkan Soeharto, Sejarah Ini Jadi 'Warning' untuk Kabinet Prabowo?
Ia menambahkan, faktanya hampir semua kementerian gagal menjalankan tugas yang diberikan presiden, sehingga Prabowo harus turun tangan langsung.
Sebagai informasi, Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo memiliki total 112 anggota, terdiri dari 48 menteri, 56 wakil menteri, dan 8 pejabat setingkat menteri atau kepala badan. Demi menjaga kesinambungan pemerintahan, Prabowo juga menarik kembali 17 menteri dari Kabinet Indonesia Maju era Presiden ke-7 Joko Widodo, serta mempertahankan 9 wakil menteri dari kabinet sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: