- Home
- /
- Government
- /
- Government
Karhutla Kalteng Capai 7.634 Hektare, BPBPK Minta Tambahan 3 Helikopter
Kredit Foto: Antara/Seno
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 7.634,46 hektare hingga 22 Agustus 2026 berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan. Luasan tersebut menempatkan Kalimantan Tengah di peringkat kesembilan secara nasional.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, selain luasan berdasarkan analisis satelit, pemerintah daerah mencatat 19.992 titik panas (hotspot) sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026.
Pada periode yang sama, terdapat 1.639 kejadian karhutla dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.
“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).
Penanganan karhutla diperkuat dengan status siaga darurat bencana yang telah ditetapkan di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Sekitar 10.700 personel dikerahkan dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni hingga Masyarakat Peduli Api.
Namun, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan sarana pemadaman. Saat ini terdapat empat unit helikopter water bombing yang telah beroperasi di Kalimantan Tengah.
Dalam rapat penanganan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Ahmad menyampaikan kebutuhan tambahan dua hingga tiga unit helikopter untuk memperkuat operasi pemadaman.
“Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden,” ujar Ahmad.
Selain armada udara, pemerintah daerah juga membutuhkan tambahan pompa air untuk mendukung pemadaman dari darat. Ahmad menyebut kebutuhan pompa air diperkirakan mencapai 100–200 unit.
Permintaan tambahan sarana tersebut disampaikan saat pemerintah pusat dan daerah membahas perkembangan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Presiden Prabowo turut menggali kebutuhan operasional daerah dalam penanganan kebakaran.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Penanganan Karhutla Kalbar, 198 Hotspot Terdeteksi
Baca Juga: Puan: Karhutla Sering Jadi Besar Bukan Karena Tak Terdeteksi, Tapi Ada Jeda Informasi dan Tindakan
Baca Juga: 12 Tersangka Diamankan, Karhutla di Kalimantan Ternyata Gegara Mau Buka Lahan Sawit
Setelah menerima laporan kebutuhan tersebut, Prabowo langsung mengambil tindakan, termasuk melakukan komunikasi melalui telepon saat rapat berlangsung.
Sebelumnya, pemerintah pusat telah memberikan supervisi terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah melalui sejumlah kementerian dan lembaga. Ahmad menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penanggulangan karhutla di daerahnya.
“Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Presiden yang melalui kementerian teknis juga telah memberikan supervisi penanggulangan karhutla kepada Provinsi Kalimantan Tengah, yakni dengan kunjungan Kepala BNPB, Bapak Menko Polkam, Bapak Menhut, dan Bapak Wamenko bidang Pangan yang sudah memberikan supervisi dan arahan kepada kami dalam pelaksanaan penanggulangan karhutla sampai dengan hari ini,” ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: