Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Turki Siapkan Red Notice Interpol untuk Tangkap Netanyahu Terkait Gaza

        Turki Siapkan Red Notice Interpol untuk Tangkap Netanyahu Terkait Gaza Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Turki berencana mengajukan red notice Interpol terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait dugaan genosida di Gaza. Langkah tersebut menjadi bagian dari sikap keras Ankara terhadap Israel.

        Red notice Interpol merupakan permintaan kepada aparat penegak hukum negara anggota untuk mencari dan melakukan penangkapan sementara terhadap seseorang yang menjadi subjek permintaan. Namun, red notice bukan surat perintah penangkapan internasional.

        Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek mengatakan Netanyahu bukan satu-satunya warga Israel yang masuk dalam proses tersebut. Nama Afek Moskovitch juga disebut termasuk dalam daftar.

        "Dalam perkara nomor 2026/108 Esas di Pengadilan Pidana Berat Istanbul ke-11, proses penuntutan dilakukan terhadap 35 terdakwa, termasuk Benjamin Netanyahu dan Afek Moskovitch," kata Gurlek melalui X, Jumat (21/8).

        Turki menilai Netanyahu bertanggung jawab atas tindakan yang dikategorikan sebagai genosida terhadap warga Palestina. Ankara selama ini menjadi salah satu negara yang paling keras mengkritik operasi militer Israel di Gaza.

        Jika diterbitkan, red notice tersebut dapat mempersempit ruang gerak Netanyahu ketika bepergian ke negara yang bekerja sama dengan Interpol. Proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya Turki mendorong pertanggungjawaban atas konflik di Gaza.

        Baca Juga: Israel Serang Suriah karena Turki, AS Tenangkan Semua Pihak

        Netanyahu merespons keras langkah Ankara tersebut. Kantornya menyebut sikap Turki sebagai bentuk kemunafikan dan menyerang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

        "Israel sudah lama tidak terkesan dengan kemunafikan Turki. Erdogan adalah seorang diktator antisemit yang membantai warga Kurdi, mendukung pembantaian yang dilakukan organisasi teroris Hamas, dan menindas rakyatnya sendiri," kata kantor Netanyahu dalam pernyataan Jumat(21/8).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: