Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Menguat 0,37% di Akhir Pekan, Investor Asing Borong Saham BBRI, TPIA, hingga BBCA

        IHSG Menguat 0,37% di Akhir Pekan, Investor Asing Borong Saham BBRI, TPIA, hingga BBCA Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif pada Jumat (21/8/2026). IHSG bertambah 24,105 poin atau 0,37% menjadi 6.525. Sepanjang sesi, indeks bergerak pada rentang 6.507 hingga 6.551.

        Penguatan IHSG terjadi seiring derasnya aliran dana asing ke pasar saham. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) Rp974,57 miliar di seluruh pasar.

        Dari aktivitas perdagangan, nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp15,4 triliun, sedangkan transaksi di pasar negosiasi mencapai Rp2,1 triliun. Jika digabungkan, total nilai perdagangan saham mencapai sekitar Rp17,5 triliun.

        TPIA Jadi Pilihan Investor Domestik

        Di pasar domestik, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu saham yang paling banyak dikoleksi investor. Saham TPIA mencatat pembelian bersih Rp113,95 miliar.

        Minat terhadap TPIA salah satunya dipengaruhi sentimen rencana akuisisi bisnis Cycle & Carriage yang sebelumnya diumumkan perseroan.

        Selain TPIA, saham perbankan juga mendapat perhatian investor dalam negeri. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net buy Rp95,94 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp67,31 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp37,86 miliar. Sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat pembelian bersih Rp53,15 miliar.

        Di sisi lain, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor domestik dengan net sell Rp97,31 miliar. Setelahnya terdapat PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp33,65 miliar, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Rp32,64 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp32,33 miliar, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp21,77 miliar.

        Baca Juga: Chandra Asri Akuisisi Cycle & Carriage, Prajogo Pangestu Bakal Kuasai Merek Mercedes-Benz hingga Kia

        Baca Juga: Saham Emiten Haji Isam Ini Dipantau BEI Usai Lonjakan Tajam

        Baca Juga: IHSG Melesat, Tapi 10 Saham Ini Terjun Bebas hingga 35,56%

        Dari transaksi investor asing, BBRI menjadi saham dengan pembelian bersih terbesar, mencapai Rp628,5 miliar.

        Posisi berikutnya ditempati PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dengan net buy Rp297,1 miliar, BBCA Rp269,1 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp140 miliar, serta TPIA Rp137,3 miliar.

        Namun, tidak semua saham mendapat sentimen positif dari investor asing. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) justru menjadi saham dengan tekanan jual terbesar, dengan net sell mencapai Rp304,2 miliar.

        Saham lain yang turut menjadi sasaran aksi jual asing adalah PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp58,3 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp48,9 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp48,2 miliar, dan AMMN Rp33,5 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: