- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Chandra Asri Akuisisi Cycle & Carriage, Prajogo Pangestu Bakal Kuasai Merek Mercedes-Benz hingga Kia
Kredit Foto: Ist
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memperluas ekspansi bisnisnya ke sektor otomotif melalui rencana akuisisi bisnis Cycle & Carriage (C&C) di Singapura dan Malaysia. Melalui aksi korporasi ini, Chandra Asri akan mengelola distribusi sejumlah merek otomotif global seperti Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Kia, Peugeot, Citroën hingga Leapmotor, sekaligus memperkuat platform mobilitas regional yang tengah dibangun perseroan.
Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) antara Chandra Asri Group dan Jardine Cycle & Carriage Limited. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun platform terintegrasi di bidang energi, infrastruktur, dan mobilitas di Asia Tenggara.
Greenhill yang merupakan afiliasi Mizuho bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif dalam transaksi tersebut, sementara Mizuho Bank memberikan dukungan pembiayaan akuisisi kepada Chandra Asri Group.
Cycle & Carriage merupakan bisnis otomotif yang telah beroperasi sejak 1899 dan menjadi salah satu distributor kendaraan terbesar di Singapura dan Malaysia. Perusahaan ini merupakan anak usaha Jardine Cycle & Carriage yang menguasai bisnis otomotif di Singapura melalui kepemilikan 100% dan di Malaysia sebesar 97,1%.
Di Singapura, Cycle & Carriage memegang lisensi sejumlah merek otomotif global, antara lain Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Kia, Citroën, DS Automobiles, Maxus, ORA, Smart, Peugeot, hingga Leapmotor. Mercedes-Benz menjadi salah satu merek pertama yang dibawa perusahaan dari Eropa pada 1951, disusul Mitsubishi Motors dari Jepang pada 1977 dan Kia asal Korea Selatan pada awal 2000-an.
Sementara di Malaysia, perusahaan juga mengelola portofolio merek yang relatif serupa, termasuk Mercedes-Benz, Kia, Peugeot, dan Leapmotor.
Akuisisi ini akan memperluas partisipasi Chandra Asri di sepanjang rantai nilai industri mobilitas sekaligus melengkapi bisnis energi dan ritel yang telah dimiliki perusahaan di Singapura. Langkah tersebut juga memperkuat ekspansi regional perseroan setelah sebelumnya mengakuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar ritel bermerek Esso di Singapura.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan rencana akuisisi tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi perusahaan.
"Rencana akuisisi Cycle & Carriage akan menjadi tonggak penting lainnya dalam transformasi Chandra Asri Group menjadi penyedia solusi energi & kimia, infrastruktur, dan mobilitas terkemuka di kawasan. Cycle & Carriage memiliki sejarah yang kuat, merek-merek terpercaya, serta tim yang berpengalaman. Kami berharap dapat mendukung bisnis ini dalam fase pertumbuhan berikutnya, sekaligus terus melayani pelanggan dan mitra dengan kualitas dan keandalan yang selama ini mereka harapkan," ujar Erwin, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Chandra Asri menyatakan akan mempertahankan identitas bisnis, hubungan dengan pelanggan dan prinsipal otomotif (original equipment manufacturer/OEM), manajemen, serta sumber daya manusia Cycle & Carriage. Perseroan juga membuka peluang kolaborasi dan pertumbuhan melalui platform regional yang terus dikembangkan.
Di sisi lain, Jardine Cycle & Carriage mengungkapkan bahwa transaksi tersebut diperkirakan memberikan keuntungan pelepasan aset sekitar US$221 juta. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Singapura, nilai pembelian aset yang akan dibayarkan Chandra Asri diperkirakan mencapai sekitar S$265 juta atau setara US$207 juta secara tunai saat transaksi diselesaikan.
Jardine menyebut pelepasan bisnis otomotif tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio dan alokasi modal untuk meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham. Perusahaan akan memfokuskan bisnisnya pada pasar inti di Indonesia melalui PT Astra International Tbk (ASII) serta di Vietnam melalui investasi di Truong Hai Group Corporation, Refrigeration Electrical Engineering Corporation, dan Vietnam Dairy Products Joint Stock Company.
"Secara keseluruhan, transaksi yang diusulkan memungkinkan JC&C merealisasikan nilai dari bisnis Cycle & Carriage seiring dengan fokus kami pada pasar inti di Indonesia dan Vietnam, serta memberikan hasil yang positif bagi pemegang saham, sekaligus menempatkan Cycle & Carriage pada posisi yang tepat untuk terus berkembang di bawah pemilik barunya," tulis manajemen Jardine Cycle & Carriage.
Baca Juga: 3 Saham Prajogo Pernah Didepak MSCI, Bagaimana Kinerja Keuangannya?
Baca Juga: Jelang Pengumuman MSCI, Prajogo Pangestu Kembali Borong Puluhan Juta Saham CUAN
Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu (PTRO) Gelontorkan Rp1,19 Triliun Borong Saham SINI
Dari sisi kinerja, bisnis Cycle & Carriage sebenarnya masih membukukan kontribusi laba kepada Jardine Cycle & Carriage. Sepanjang semester I 2026, perusahaan menyumbang laba sebesar US$11,8 juta, meski turun dibandingkan US$16,3 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi Chandra Asri, akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas diversifikasi bisnis dari sektor petrokimia menuju ekosistem mobilitas yang terintegrasi. Kehadiran jaringan distribusi berbagai merek otomotif global di Singapura dan Malaysia juga berpotensi menciptakan sinergi dengan bisnis energi dan ritel yang telah dimiliki perseroan di kawasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri