Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ritme kerja di Kabinet Merah Putih berjalan tanpa henti, bahkan di hari libur nasional. Menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi dari pengabdian kepada negara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa–Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
“Memang di kabinet merah putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah. Dan Itu risiko, risiko pengabdian,” ujar Prabowo, dikutip Selasa (26/8).
Ia menekankan bahwa meski kalender menandai hari libur, pemerintah tetap bekerja demi kepentingan rakyat.
“Selamat bekerja. Hari ini hari penting. Walaupun libur, walaupun Maulid Nabi, kita berjuang untuk rakyat kita,” katanya.
Dengan nada berseloroh, Prabowo menyebut jika ada pejabat yang tidak sanggup mengikuti ritme kerja keras tersebut, dipersilakan mundur karena masih banyak orang yang siap menggantikan.
Baca Juga: Apel Akbar di Depan Mata, Kubu Prabowo Bersiap Melawan Manuver Politik Ketum Projo Budi Arie
“Yang tidak sanggup, boleh minggir. Banyak yang ingin menggantikan saudara,” kata Prabowo lalu tertawa.
Sebagai catatan, Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beranggotakan 109 pejabat inti, terdiri dari 48 menteri (7 menteri koordinator dan 41 menteri teknis) serta 56 wakil menteri yang memperkuat efektivitas birokrasi pemerintahan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: