Kredit Foto: Youtube
Kepala Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengunjungi Tsinghua University, Tiongkok, dalam kapasitasnya sebagai Honorary Professor.
Kehadirannya tidak sekadar untuk memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 300 mahasiswa, melainkan juga membawa refleksi mendalam terkait transformasi pendidikan, inovasi, dan teknologi.
Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa lokal Tiongkok, mahasiswa internasional, hingga mahasiswa pascasarjana asal Indonesia, Luhut secara terbuka mengakui keunggulan Tiongkok di berbagai dimensi inovasi.
Keunggulan tersebut mencakup kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kedalaman riset, hingga penguasaan teknologi tingkat tinggi.
Menurut Luhut, ketertinggalan Indonesia di bidang ini tidak boleh membuat ciut nyali. Ia menegaskan bahwa kemajuan Tiongkok harus dijadikan cermin sekaligus tempat belajar yang ideal.
Transformasi raksasa Asia tersebut terbukti tidak dimulai dari lantai pabrik, melainkan dipupuk secara tekun dari ruang kelas, laboratorium, dan dedikasi para ilmuwan serta insinyurnya.
"Transformasi Tiongkok tidak dipicu dari lantai pabrik, melainkan dipupuk dari ruang kelas, laboratorium, serta ketekunan para ilmuwan dan insinyurnya," kata Luhut.
Ia turut mengenang cerita dari sang cucu yang merupakan lulusan Schwarzman Scholars di universitas yang sama, dan kini melihat sendiri betapa ketatnya disiplin akademik yang diterapkan.
Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah kewajiban memiliki nilai olahraga bagi mahasiswa pascasarjana, sebuah bukti bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan ketahanan fisik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: