Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba BCA Naik Jadi Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Lewati Rp1.000 Triliun

        Laba BCA Naik Jadi Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Lewati Rp1.000 Triliun Kredit Foto: BCA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat laba bersih Rp35,25 triliun hingga Juli 2026. Perolehan tersebut naik 1,57% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Rp34,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

        Berdasarkan laporan keuangan bulanan perseroan, seperti dikutip Rabu (26/8/2026), kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan, terutama dari komisi dan pendapatan lainnya, serta pengendalian sejumlah beban operasional.

        BCA membukukan pendapatan bunga sebesar Rp54,59 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 1,48% yoy dari Rp53,79 triliun setahun sebelumnya.

        Namun, beban bunga juga meningkat lebih cepat, yakni 8,85% yoy menjadi Rp7,88 triliun dari Rp7,24 triliun.

        Alhasil, pendapatan bunga bersih hanya naik tipis 0,33% yoy menjadi Rp46,70 triliun, dibandingkan Rp46,55 triliun pada Juli 2025.

        Sementara itu, pendapatan komisi tumbuh 8,37% yoy menjadi Rp11,89 triliun. Pendapatan lainnya bahkan melonjak 40,67% yoy menjadi Rp757,77 miliar.

        Dari sisi biaya, BCA berhasil melakukan efisiensi. Beban operasional lainnya turun 11,29% yoy menjadi Rp3,47 triliun, dari Rp3,92 triliun pada Juli 2025.

        Beban impairment juga sedikit menurun 0,23% yoy menjadi Rp1,90 triliun, dibandingkan Rp1,91 triliun pada tahun sebelumnya.

        Efisiensi tersebut membantu laba operasional BCA tumbuh 1,40% yoy menjadi Rp43,22 triliun dari Rp42,63 triliun.

        Meski demikian, perseroan mencatat rugi nonoperasional sebesar Rp257,77 miliar, lebih besar dibandingkan Rp141,51 miliar pada Juli 2025.

        Baca Juga: Anthoni Salim Berpotensi Raup Cuan Segini dari Hasil Dividen BCA

        Baca Juga: BCA Kucurkan Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Segini Jatah Investor

        Baca Juga: Prabowo Minta Cicilan Molinas Murah dan Tanpa DP, BCA Finance Bilang Begini

        Kredit BCA Sudah Tembus Rp1.000 Triliun

        Dari sisi penyaluran kredit, BCA mencatat pertumbuhan yang cukup solid. Total kredit hingga Juli 2026 mencapai Rp1.000,88 triliun, naik 8,38% yoy dari Rp923,51 triliun.

        Ekspansi kredit tersebut sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Hingga Juli 2026, DPK BCA mencapai Rp1.257,72 triliun, meningkat 8,23% yoy dari Rp1.162,05 triliun.

        Pertumbuhan terutama berasal dari dana murah atau current account saving account (CASA) yang naik 10,86% yoy menjadi Rp1.074,47 triliun. Pada Juli 2025, CASA BCA tercatat Rp969,18 triliun.

        Pertumbuhan kredit dan DPK turut mendorong kenaikan total aset BCA. Hingga Juli 2026, aset perseroan mencapai Rp1.575,89 triliun, naik 7,44% yoy dari Rp1.466,75 triliun.

        Dengan demikian, hingga Juli 2026, BCA mencatat pertumbuhan di sejumlah indikator utama. Laba bersih naik 1,57%, kredit tumbuh 8,38%, DPK meningkat 8,23%, dan CASA tumbuh 10,86%. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas intermediasi BCA tetap berkembang di tengah kenaikan beban bunga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: