Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mahfud MD: Aneh, Tapi Tepung Singkong Bisa Padamkan Karhutla

        Mahfud MD: Aneh, Tapi Tepung Singkong Bisa Padamkan Karhutla Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkapkan informasi dari istana bahwa api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa dipadamkan menggunakan tepung singkong.

        Menurut Mahfud, cara tersebut terdengar aneh, namun bisa jadi benar dan layak dicoba dengan perbandingan yang realistis.

        "Aneh, tapi mungkin itu benar asal tepungnya sekian puluh kali lipat dari luasan hutan/lahan yang terbakar yang menurut Menhut (18/8/2026) sudah menjalar di luasan 202.000 hektar. Ayo dicoba," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (26/8).

        Sebelumnya, dalam rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Palembang, Senin (24/8/2026), Kapolri Listyo Sigit Prabowo melaporkan adanya inovasi bahan pemadam api berbasis tepung ubi atau singkong.

        Inovasi tersebut merupakan temuan anggota Babinsa TNI di Lubuklinggau, Sumatra Selatan. Tepung ini diklaim mampu memisahkan unsur yang mendukung proses pembakaran, sehingga dapat mencegah dan memadamkan api pada tahap awal.

        Baca Juga: Dian Sandi PSI: Parodi Netizen Soal Ubi Pemadam Api Keliru Besar!

        Presiden Prabowo Subianto menyambut baik ide tersebut. Ia langsung menyetujui dan menginstruksikan jajarannya untuk memproduksi tepung ubi dalam skala besar serta segera mengajukan anggaran produksinya demi mendukung riset dan uji efektivitas.

        “Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucap Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: