Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kini Teriak Dnasti Politk, Dulu PDIP Sempat Ngarep Gibran Jadi Cawapres

        Kini Teriak Dnasti Politk, Dulu PDIP Sempat Ngarep Gibran Jadi Cawapres Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penulis ternama asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, menilai bahwa pada Pilpres 2024 lalu, PDIP sempat berharap Gibran Rakabuming Raka bisa menjadi calon wakil presiden dari partai banteng.

        Namun kenyataannya, Gibran justru berpasangan dengan Prabowo Subianto dan menjadi lawan PDIP yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD.

        "Masih ada ya kader PDIP yang percaya bahwa PDIP nggak akan mencalonkan Gibran menjelang 2024 lalu? Sebelum akhirnya Gibran resmi jadi cawapres Prabowo, PDIP waktu itu kan juga ngarep Gibran jadi cawapres mereka," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (27/8).

        "Tapi sekarang kok pada nggak ngaku...Tapi sekarang pada suka teriak dinasti...," lanjutnya.

        Sebagai informasi, pada Pilpres 2024 Gibran diusung oleh Partai Golkar sebagai cawapres Prabowo. Golkar menjadi partai pertama di Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengambil keputusan tersebut.

        Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada 21 Oktober 2023, dipimpin langsung oleh Ketua Umum Golkar saat itu, Airlangga Hartarto. Langkah Golkar inilah yang membuka jalan bagi pencalonan Gibran ke KPU.

        Baca Juga: Getol Cari Ijazah Gibran, Fakta Akademik Denny Indrayana Malah Terungkap

        Sementara itu, DPP PDIP menegaskan bahwa sejak Gibran menyeberang aliansi dan mendaftarkan diri ke KPU sebagai cawapres Prabowo pada Oktober 2023, keanggotaannya di PDIP otomatis berakhir karena dianggap membangkang dari keputusan partai yang mengusung Ganjar–Mahfud.

        Secara administratif, PDIP baru mengeluarkan surat pemecatan resmi bagi Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka pada Desember 2024. Langkah ini diambil sebagai sanksi etika berat setelah seluruh tahapan pemilu selesai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: