Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jawab Isu Budi Arie Sekjen & Jokowi Ketum, Ahmad Ali: PSI Sedang Naik, Tak Ada Alasan KLB!

        Jawab Isu Budi Arie Sekjen & Jokowi Ketum, Ahmad Ali: PSI Sedang Naik, Tak Ada Alasan KLB! Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Manuver politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, belakangan ini mendapat sorotan tajam akibat pernyataannya bahwa Prabowo Subianto bisa saja berakhir sebelum 2029.

        Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, secara tegas menilai bahwa pernyataan Budi Arie mengenai isu "percepatan pemilu sebelum 2029" murni merupakan pendapat pribadi dan sama sekali tidak mewakili barisan relawan secara keseluruhan.

        Ahmad Ali mengungkapkan, setiap peserta dalam pertemuan relawan memang diberi kebebasan berpendapat. Namun, ia mencermati respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara tersebut.

        "Pernyataan yang disampaikan oleh Budi Arie mengenai isu percepatan pemilu murni merupakan pendapat pribadinya. (Dari bahasa tubuh) sikap Pak Jokowi dalam acara tersebut menunjukkan ketidaknyamanan terhadap pernyataan Budi Arie," kata Ahmad Ali dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

        Ahmad Ali tak segan menyoroti rekam jejak politik Budi Arie yang dinilai menunjukkan adanya agenda terselubung. Ia bahkan menyebut loyalitas Budi Arie kepada Jokowi tidak bisa dikatakan sangat kuat.

        Menurutnya, kekecewaan Budi Arie bermula saat ia diberhentikan dari jabatan menteri dan merasa tidak mendapat pembelaan dari Jokowi. Upaya mengubah makna "Projo" dari "Pro-Jokowi" menjadi "Pro-Rakyat" atau "Pro-Negeri" dalam Kongres Projo juga menjadi catatan tersendiri.

        Fakta mengejutkan lainnya, Ahmad Ali membeberkan bahwa Budi Arie pernah mencoba melompat ke partai lain.

        "Budi Arie pernah mencoba bergabung dengan Partai Gerindra, tetapi ditolak. Kemudian mencoba masuk ke PSI, dan kembali ditolak. Keberadaannya saat ini diyakini bukan untuk mendukung Pak Jokowi, melainkan membawa agenda tersendiri yang berpotensi mendegradasi nama Pak Jokowi," ungkapnya.

        Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Ali menepis mentah-mentah rumor perombakan kepengurusan yang mengaitkan Budi Arie sebagai calon Sekjen PSI dan mendorong Jokowi menjadi Ketua Umum (Ketum).

        "Klaim tersebut tidak berdasar. Budi Arie bukanlah anggota PSI, sehingga bagaimana mungkin dia tiba-tiba bisa menjadi Sekjen?" tanyanya heran.

        Ia memastikan internal partai solid dan tidak pernah membahas pergantian pucuk pimpinan. Hingga detik ini, tidak ada satu pun DPW maupun DPD PSI yang mengusulkan Kongres Luar Biasa (KLB).

        Bagi PSI, merombak kepengurusan saat ini adalah langkah yang tidak rasional. Ahmad Ali mengeklaim elektabilitas partai berlogo mawar itu sedang meroket, dari kisaran 1 persen kini telah menembus di atas 4,5 persen.

        Ia juga memberi garis pembatas yang tegas antara entitas partai dan figur mantan Presiden. “PSI ini bukan Pak Jokowi. PSI ini adalah hal yang berbeda dengan pribadi Pak Jokowi,” tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: