Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo: PLTS Terapung Saguling Masuk Program 100 GWp, Progres Capai 47 Persen

        Prabowo: PLTS Terapung Saguling Masuk Program 100 GWp, Progres Capai 47 Persen Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Target besar Indonesia membangun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) mulai diterjemahkan melalui berbagai proyek energi surya di daerah.

        Salah satunya PLTS Terapung Saguling di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari pengembangan energi bersih untuk memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali.

        Program PLTS 100 GWp resmi diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sekaligus memperkuat swasembada energi nasional.

        Pada tahap awal, program nasional tersebut mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

        Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengembangan energi surya menjadi langkah strategis untuk mempercepat kemandirian dan swasembada energi. Pemanfaatan sumber energi domestik melalui EBT juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

        PLTS terapung menjadi salah satu model pengembangan energi surya yang dapat mengoptimalkan ruang perairan, terutama di tengah keterbatasan lahan untuk pembangunan pembangkit.

        PLTS Terapung Saguling dikembangkan di permukaan Waduk Saguling dan menjadi salah satu proyek yang memperkuat ekosistem energi bersih di Jawa Barat.

        Pembangkit ini dibangun PT PLN (Persero) melalui PLN Indonesia Power dengan menggandeng ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi.

        Pengembangan PLTS di atas waduk memungkinkan pemanfaatan permukaan perairan untuk menghasilkan energi listrik tanpa membutuhkan lahan daratan dalam skala besar. Listrik yang dihasilkan juga akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

        Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan progres pembangunan PLTS Terapung Saguling saat ini telah mencapai 47 persen. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada April 2027 dan selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik.

        “Hari ini kita groundbreaking program PLTS 100 Giga Watt Peak yang dibuka langsung oleh Pak Presiden. Alhamdulillah, kita melihat progress di Saguling sudah mencapai 47 persen.

        Insya Allah akhir April (2027) sudah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Erwan, Jumat (28/8/2026).

        Kemajuan proyek tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi surya tidak hanya berlangsung dalam skala nasional, tetapi mulai diwujudkan melalui proyek konkret di daerah.

        Adapun, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) Kishartanto Purnomo Putro mengatakan PLTS Terapung Saguling menjadi bagian dari langkah konkret membangun ekosistem energi bersih di Jawa Barat sekaligus mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp.

        “PLTS Terapung Saguling merupakan bagian dari langkah nyata dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung arah besar Pemerintah melalui Program PLTS 100 GWp. Pemanfaatan Waduk Saguling menunjukkan bahwa pengembangan energi baru terbarukan dapat dilakukan secara inovatif dengan mengoptimalkan potensi lokal yang tersedia, sekaligus tetap memperhatikan keandalan sistem kelistrikan dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Kishartanto.

        Menurut Kishartanto, percepatan EBT tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah kapasitas pembangkit. Pengembangan energi bersih juga membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.

        Proyek energi terbarukan juga berpotensi memberikan dampak terhadap wilayah sekitar. Aktivitas pembangunan pembangkit dapat membuka peluang kerja, mendorong aktivitas usaha lokal, serta meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan dengan sektor energi bersih.

        Pengembangan PLTS Terapung Saguling sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan porsi EBT dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali. Bertambahnya pembangkit berbasis energi surya diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan penggunaan energi fosil dan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.

        Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi baru terbarukan karena memiliki potensi energi surya sekaligus sejumlah infrastruktur perairan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit terapung. Model tersebut membuka ruang pengembangan kapasitas energi bersih tanpa sepenuhnya bergantung pada ketersediaan lahan daratan.

        “Transisi energi bukan hanya tentang menghadirkan pembangkit yang lebih bersih. Di dalamnya terdapat upaya membangun ekosistem yang mampu memperkuat ketahanan energi, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. PLTS Terapung Saguling menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian dari agenda besar Indonesia menuju swasembada energi,” kata Kishartanto.

        Sementara itu, Program PLTS 100 GWp pemerintah akan dikembangkan melalui sejumlah skenario. Selain PLTS skala besar dan PLTS terapung, program tersebut mencakup PLTS atap, PLTS untuk wilayah 3T, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif, PLTS nonatap untuk kawasan industri, serta pengembangan kebutuhan listrik yang berkaitan dengan hilirisasi dan ekosistem kendaraan listrik.

        Baca Juga: Tiga PLTS PLN IP Masuk Groundbreaking Program 100 GWp

        Baca Juga: Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

        Secara keseluruhan, pengembangan tersebut diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO₂ per tahun apabila seluruh skenario dapat diimplementasikan.

        Dengan demikian, PLTS Terapung Saguling tidak hanya menjadi proyek pembangkit energi surya di Jawa Barat, tetapi juga bagian dari upaya menerjemahkan target PLTS 100 GWp ke dalam pembangunan infrastruktur energi di daerah.

        Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, mitra strategis, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi faktor penting agar pengembangan energi surya dapat berjalan sesuai target sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: