Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Google Siapkan US$12,18 Miliar untuk Marvell, Ada Jejak Pendiri Asal Indonesia

        Google Siapkan US$12,18 Miliar untuk Marvell, Ada Jejak Pendiri Asal Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Sehat Sutardja kembali mencuat di tengah persaingan industri kecerdasan artifisial (AI) setelah Marvell Technology, perusahaan semikonduktor yang didirikannya bersama Weili Dai dan Pantas Sutardja, memperluas kerja sama dengan Google dalam pengembangan chip khusus AI.

        Kesepakatan tersebut melibatkan pemberian warrant kepada Google untuk membeli hampir 59 juta saham Marvell dengan harga US$206,58 per saham. Jika seluruh hak tersebut dieksekusi, nilai pembelian saham dapat mencapai sekitar US$12,18 miliar atau sekitar Rp215 triliun.

        Berdasarkan laporan Form 8-K Marvell Technology kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 19 Agustus 2026, skema tersebut bukan merupakan akuisisi Google terhadap Marvell. Google mendapatkan hak untuk membeli saham Marvell secara bertahap sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama kedua perusahaan.

        Dilansir Bloomberg, sekitar 1,4 juta saham akan menjadi hak Google pada tahun pertama kerja sama. Setelah itu, sebagian besar saham akan diberikan melalui 240 tahap hingga akhir tahun fiskal 2033.

        Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pengembangan custom semiconductor products untuk ekosistem Tensor Processing Unit (TPU) milik Google. Marvell akan mengembangkan berbagai komponen yang dibutuhkan untuk menopang infrastruktur AI Google.

        Komponen tersebut mencakup akselerator inferensi, pengendali penyimpanan, pengendali jaringan, pengendali memori, serta teknologi near-memory computing.

        Hak pembelian saham yang diberikan kepada Google juga dikaitkan dengan pembelian produk Marvell oleh Google dan perusahaan afiliasinya. Skema tersebut membuat kepentingan kedua perusahaan semakin terintegrasi dalam pengembangan dan penyediaan chip AI.

        Kerja sama tersebut berpotensi mengubah peta persaingan pemasok chip khusus Google. Selama ini, Broadcom menjadi salah satu mitra utama Google dalam pengembangan chip AI.

        Marvell sendiri memiliki sejarah panjang di industri semikonduktor. Perusahaan tersebut didirikan Sehat Sutardja bersama istrinya, Weili Dai, dan saudaranya, Pantas Sutardja pada 1995.

        Sehat memiliki hubungan erat dengan Indonesia. Ia lahir di Jakarta sebelum berangkat ke Amerika Serikat pada 1980 untuk melanjutkan pendidikan dan membangun karier di bidang teknologi.

        Menurut catatan University of California, Berkeley, ketertarikan Sehat terhadap teknologi telah muncul sejak usia muda. Pada usia 13 tahun, ia tercatat telah menjadi teknisi perbaikan radio bersertifikat.

        Sehat kemudian menempuh pendidikan teknik elektro di Iowa State University dan memperoleh gelar sarjana pada 1983. Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di University of California, Berkeley hingga meraih gelar magister dan doktor.

        Di Marvell, Sehat tercatat memiliki lebih dari 440 paten. Ia juga dinobatkan sebagai Inventor of the Year pada 2006 oleh Silicon Valley Intellectual Property Law Association.

        Baca Juga: Pemerintah Buka Karpet Merah Investasi AI hingga US$12 Miliar

        Baca Juga: Alibaba Panen Cuan Sampai US$40 Miliar, AI Jadi Mesin Uang Baru!

        Marvell pada awal perkembangannya banyak bergerak dalam teknologi penyimpanan data. Seiring perkembangan industri semikonduktor, perusahaan memperluas bisnisnya ke berbagai komponen dan solusi yang kini menjadi bagian dari infrastruktur AI.

        Sehat Sutardja meninggal dunia pada September 2024 dalam usia 63 tahun. Meski telah meninggal, perusahaan yang dibangunnya bersama Weili Dai dan Pantas Sutardja kini kembali mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan chip dan infrastruktur komputasi untuk AI.

        Perluasan kerja sama dengan Google menunjukkan semakin strategisnya posisi Marvell dalam rantai pasok infrastruktur AI, terutama ketika perusahaan teknologi global berlomba mengembangkan chip khusus untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi komputasi AI.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: