Alibaba Panen Cuan Sampai US$40 Miliar, AI Jadi Mesin Uang Baru!
Kredit Foto: Alibaba Cloud
Alibaba membukukan kenaikan pendapatan sebesar 9% secara kuartalan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh lonjakan permintaan layanan kecerdasan buatan (AI) yang memperkuat bisnis cloud, serta dampak perpanjangan festival belanja 618 yang turut mengangkat kinerja unit e-commerce utama perusahaan.
Menurut laporan Reuters, raksasa teknologi asal China tersebut mencatat pendapatan sebesar 268,95 miliar yuan atau setara US$40,02 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal 2027.
Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi rata-rata analis yang berada di level 268,88 miliar yuan, berdasarkan data LSEG.
Segmen cloud menjadi salah satu pilar utama dalam pertumbuhan Alibaba. Peningkatan penggunaan aplikasi berbasis AI oleh berbagai perusahaan mendorong naiknya kebutuhan komputasi cloud, terutama untuk pelatihan dan operasional sistem AI.
Sebagai salah satu pemain besar layanan cloud di China, Alibaba terus memperbesar investasi pada infrastruktur AI, pengembangan model kecerdasan buatan internal, serta berbagai aplikasi yang mendukung ekosistem tersebut.
Pendapatan cloud yang berkaitan dengan AI bahkan melonjak hingga 45%, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam portofolio bisnis perusahaan.
Alibaba sendiri menempatkan AI sebagai motor pertumbuhan jangka panjang, baik untuk memperkuat layanan cloud maupun mendukung bisnis yang berorientasi konsumen.
Untuk menangkap peluang besar di sektor AI, Alibaba juga mempercepat ekspansi investasinya. Hal ini tercermin dari kenaikan belanja modal perusahaan yang mencapai 75%.
Dana investasi tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas komputasi, penguatan infrastruktur AI, pengembangan model kecerdasan buatan, serta berbagai aplikasi yang memperluas ekosistem teknologi perusahaan.
Baca Juga: Metrodata Ungkap Era Kejar Adopsi AI Sudah Lewat, Kini Fokus ke Dampak Bisnis
Baca Juga: Investasi AI Indonesia Melonjak, Tapi Kematangan Implementasi Masih Rendah
Baca Juga: Metrodata Bidik Laba Tumbuh 10%, Genjot Bisnis AI dan Keamanan Siber
Permintaan yang terus meningkat terhadap infrastruktur AI membuka peluang besar bagi perusahaan teknologi di China. Teknologi ini kini digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari analisis data, pengembangan aplikasi, hingga otomatisasi proses bisnis.
Di tengah persaingan industri teknologi China yang semakin ketat, Alibaba terus menempatkan AI sebagai elemen strategis dalam rencana pertumbuhan jangka panjangnya.
Selain itu, perpanjangan festival belanja 618 juga memberikan dorongan tambahan bagi bisnis e-commerce inti perusahaan. Momentum tersebut membantu menjaga pertumbuhan di segmen konsumen di tengah perubahan pola belanja digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: