Prabowo Kabulkan 4 Permintaan Suku Dayak, Salah Satunya Warga Bertato Boleh Diterima di TNI-Polri
Kredit Foto: Ist
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Pemimpin Besar Suku Dayak se-Kalimantan, Panglima Jilah, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026).
Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden langsung merespons dan mengabulkan sejumlah aspirasi masyarakat adat Dayak.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung kepada jajarannya untuk merealisasikan permohonan yang dibawa oleh Panglima Jilah.
"Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat Dayak Kalimantan sesuai permohonan Panglima Jilah," ujar Teddy.
Adapun empat poin utama yang menjadi instruksi Presiden Prabowo meliputi:
1. Pembangunan Infrastruktur: Percepatan pembangunan akses jalan di daerah-daerah pedalaman, seperti di Kabupaten Sanggau dan sekitarnya.
2. Fasilitas Pendidikan: Pembangunan Sekolah Rakyat dan penyediaan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak. Saat ini, pemerintah telah berhasil membangun dua Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat.
3. Pelestarian Budaya: Dukungan penuh untuk pembangunan rumah adat Dayak.
4. Rekrutmen TNI-Polri: Penyesuaian persyaratan bagi pemuda Suku Dayak yang ingin mengabdi sebagai anggota TNI dan Polri, salah satunya adalah memberikan toleransi atau penyesuaian aturan terkait penggunaan tato adat.
Kolaborasi Penanganan Karhutla
Selain membahas kesejahteraan dan pembangunan, pertemuan tersebut juga menyoroti isu krusial terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Teddy menyampaikan bahwa Panglima Jilah menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat adat secara aktif dalam pencegahan karhutla. Saat ini, melalui para tokoh adat, edukasi terus digencarkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
"Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama-sama," pungkas Teddy.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: