Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Penguatan jaringan transmisi menjadi langkah PT PLN (Persero) untuk menjaga kecukupan dan keandalan pasokan listrik di kawasan Sukabumi Selatan.
Salah satunya dilakukan melalui penyesuaian trase Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Palabuhanratu–Palabuhanratu Baru yang mencakup pembangunan lima tapak tower.
Melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1), PLN menyosialisasikan rencana pengadaan tanah untuk penyesuaian trase tersebut kepada masyarakat dan pemilik lahan di Desa Cihaur dan Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Penyesuaian trase dilakukan setelah PLN melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi di lapangan. Dari hasil evaluasi tersebut, PLN merencanakan pembangunan lima tapak tower tambahan atau penyesuaian, yakni T32, T33, T33A, T33B, dan T33C.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penyelesaian pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 kV Palabuhanratu–Palabuhanratu Baru.
Kehadiran jaringan transmisi ini ditujukan untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Pajampangan dan Sukabumi Selatan sekaligus meningkatkan fleksibilitas serta keandalan penyaluran listrik.
Team Leader Izin dan Pertanahan PLN UPP JBT 1, Hendi Nuswantoro, mengatakan penyesuaian trase dilakukan untuk memastikan pembangunan jaringan transmisi dapat diteruskan dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, dan ketentuan pengadaan tanah.
“Penyesuaian trase ini merupakan bagian dari upaya PLN memastikan pembangunan dapat dilanjutkan secara aman, efektif, dan sesuai dengan ketentuan. Dalam pelaksanaannya, PLN juga memastikan proses pengadaan tanah dilakukan secara transparan dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat yang terdampak,” jelas Hendi, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: PLN Beli Listrik PSEL Bekasi US$0,20 per kWh, Nilai PJBL Capai Rp792,32 M Setahun
Menurutnya, pengoperasian jaringan transmisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan dan mengurangi potensi gangguan pada jaringan. Penguatan infrastruktur transmisi juga diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor usaha di Sukabumi Selatan.
Dari sisi ekonomi, ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas usaha dan pelayanan publik
"Karena itu, pembangunan infrastruktur transmisi tidak hanya berkaitan dengan penyaluran energi listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan sistem kelistrikan dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah,"ungkapnya
Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi, menegaskan penyesuaian trase merupakan bentuk respons PLN terhadap kondisi teknis dan dinamika yang ditemukan selama proses pembangunan.
“PLN berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan hingga selesai dengan mengedepankan keselamatan, kepatuhan terhadap ketentuan, serta tata kelola yang baik. Kami berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat penguatan sistem kelistrikan ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Sukabumi Selatan,” tegas Nugroho.
Sosialisasi pengadaan tanah tersebut turut dihadiri Camat Simpenan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa Cihaur, Kepala Desa Kertajaya, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta pemilik lahan yang berada di sepanjang trase penyesuaian.
Camat Simpenan Supendi menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut. Menurutnya, pembangunan jaringan transmisi memiliki manfaat bagi masyarakat karena berkaitan dengan peningkatan keandalan pasokan listrik di wilayah Sukabumi Selatan.
“Program strategis ini perlu kita dukung bersama. Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan tower tersebut ditujukan untuk kepentingan umum dan peningkatan keandalan listrik di Sukabumi Selatan,” kata Supendi.
Dalam proses pengadaan tanah, PLN memastikan pendataan, pengukuran, penilaian, hingga pemberian ganti kerugian dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses penilaian dilakukan oleh penilai independen, sementara pelaksanaannya dikoordinasikan dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengadaan tanah berlangsung terbuka dan akuntabel, sekaligus memberikan kejelasan kepada masyarakat dan pemilik lahan yang terdampak penyesuaian trase.
PLN berharap sinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, pemilik lahan, dan pemangku kepentingan dapat memperlancar pembangunan lima tapak tower pada trase penyesuaian SUTT 150 kV Palabuhanratu–Palabuhanratu Baru.
"Penguatan jaringan ini diharapkan dapat mendukung sistem kelistrikan yang lebih stabil dan andal, sekaligus meningkatkan kesiapan infrastruktur energi untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat dan kegiatan ekonomi di Sukabumi Selatan,"tutup Nugroho
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Istihanah
Tag Terkait: