- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Laba Bersih BEI Melonjak Tajam, Raup Rp828,03 Miliar pada Semester I-2026
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kinerja keuangan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan signifikan pada semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, BEI membukukan laba bersih Rp828,03 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp261,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, laba bersih perusahaan melonjak 217,1% secara tahunan atau year on year (yoy).
Berdasarkan laporan keuangan BEI yang diterbitkan di media, Senin (31/8/2026), pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan. Pada semester I 2026, total pendapatan perusahaan mencapai Rp2,18 triliun, naik 56,4% dibandingkan semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp1,39 triliun.
Kontributor terbesar berasal dari pendapatan terkait transaksi bursa yang mencapai Rp1,73 triliun, meningkat dari Rp1,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan dari transaksi non-bursa naik menjadi Rp111,03 miliar, dari sebelumnya Rp85,76 miliar.
Perusahaan juga mencatat pendapatan investasi sebesar Rp177,84 miliar, bagian laba bersih entitas asosiasi Rp166,44 miliar, keuntungan kurs mata uang asing (neto) Rp16,83 miliar, penghasilan denda Rp13,40 miliar, dan penghasilan lain-lain Rp8,73 miliar.
Beban Naik, tetapi Laba Tumbuh Lebih Tinggi
Dari sisi pengeluaran, total beban perusahaan tercatat Rp1,16 triliun, naik tipis dari Rp1,10 triliun pada semester I 2025.
Meski beban meningkat, kenaikan pendapatan yang jauh lebih tinggi membuat laba sebelum pajak dan beban pajak penghasilan melonjak menjadi Rp1,02 triliun, dibandingkan Rp297,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sekitar Rp190,63 miliar, perusahaan mencatat laba bersih periode berjalan Rp828,03 miliar.
Kinerja positif juga terlihat dari penghasilan komprehensif lainnya. Setelah memperhitungkan seluruh pos penghasilan komprehensif lain, jumlah penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp688,25 miliar.
Baca Juga: SWAP Bersiap Melantai di BEI, Bawa Bisnis Healthcare Berbasis Riset
Baca Juga: BEI Ungkap 7 Perusahaan Antre IPO, Ada 3 Emiten Aset di Atas Rp250 Miliar
Baca Juga: Apa Itu Saham Berlabel Hijau? Ini Penjelasan BEI
Angka tersebut meningkat dibandingkan Rp297,27 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi pembagian laba, sebesar Rp779,98 miliar laba bersih periode berjalan diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara itu, Rp48,05 miliar menjadi bagian untuk kepentingan non-pengendali.
Sebagai pembanding, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2025 tercatat sebesar Rp279,73 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham dasar juga meningkat signifikan menjadi Rp8,40 juta per saham, dari sebelumnya Rp2,97 juta per saham pada semester I 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: