Kredit Foto: Fajar.co.id
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menilai tuntutan publik agar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni diberhentikan dari jabatannya terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya berhenti pada level menteri.
Menurut Gigin, ada pihak yang lebih tinggi dari Raja Juli yang patut dicurigai dalam dugaan praktik pembakaran hutan untuk kepentingan perkebunan sawit.
"Banyak tuntutan agar Menteri Kehutanan dipecat. Saya tidak setuju kalau cuma dia. Memang bosnya siapa? Bos sawit?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (31/8).
Gelombang tuntutan reshuffle kabinet mencuat setelah publik menilai pemerintah gagal melakukan mitigasi terhadap Karhutla yang semakin meluas di Kalimantan dan Sumatra. Berdasarkan data internal kementerian, luas area terbakar secara nasional telah menembus lebih dari 202.000 hektare.
Baca Juga: Jhon Sitorus: Raja Juli Paling Diuntungkan Demo 27 Agustus
Kritik semakin tajam ketika Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah pada akhir Agustus 2026. Dalam rapat darurat di Bandara Tjilik Riwut, Presiden didampingi Panglima TNI dan Kapolri, namun tidak melibatkan Menteri Kehutanan.
Ketidakhadiran Menhut di garda terdepan krisis membuat publik mempertanyakan kompetensi serta tanggung jawab kementeriannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: