Prabowo 'Dirujak' Habis-Habisan Usai Tolak Liburkan Siswa Saat Kabut Asap Demi Dapur MBG
Kredit Foto: Ist
Beredarnya sebuah video rekaman rapat daring yang menampilkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, memicu polemik panas di media sosial.
Di tengah ancaman kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), alasan Reza enggan meliburkan sekolah justru menuai hujatan publik.
Dalam video yang salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, Kadisdik terdengar meminta pihak sekolah untuk tidak kaku dan tetap menggelar kegiatan belajar mengajar. Namun, landasan argumennya dianggap mengesampingkan keselamatan siswa.
Khawatir Dapur MBG dan Kantin 'Mati'
Alih-alih membahas mitigasi kesehatan, Kadisdik menyoroti dampak ekonomi jika sekolah ditutup sementara. Ia secara gamblang menyinggung kelangsungan operasional dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah.
"Karena ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga pada dapur-dapur MBG (mati). Kita mengerti, Bapak Ibu ya? Bapak Ibu saya harap baik-baik saja punya kebijaksanaan juga, dapur MBG mati bu, kantin-kantin mati," jelas Prabowo dalam rekaman tersebut.
Selain urusan dapur, pejabat yang baru dilantik secara definitif pada 26 Mei 2026 ini juga berargumen bahwa meliburkan sekolah akan memicu masalah baru dari perilaku siswa.
Ia khawatir anak-anak justru keluyuran di tengah kabut asap dan merepotkan banyak pihak. "Belum lagi dampak ketika anak-anak diliburkan, yang harusnya mereka di rumah, mereka ke kafe-kafe buat keributan, buat masalah. Nanti kita yang pusing, Bu," tambahnya.
Sebagai jalan tengah, Kadisdik berencana mengeluarkan surat edaran untuk memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 pagi dengan durasi per jam pelajaran dipangkas menjadi 30 menit.
Meski begitu, argumen awalnya kadung menyulut amarah publik. Banyak warganet yang mengkritik keras sikap Kadisdik karena dinilai lebih mementingkan keberlangsungan proyek MBG ketimbang kondisi paru-paru anak didik yang terpapar asap. Berikut beberapa respons tajam warganet:
"Seakan kepentingan MBG yang diprioritaskan bukan kesehatan Siswa," tulis akun @emerald.zam.
"MBG ITU LADANG KORUPSI, NGAPAIN SIH PADA GAK PERCAYA. GAK GUNA JUGA MBG, SEBELUM MBG ADA AJA, AMAN TUH KAMPUNG TENGAH,"* cibir akun @dhikamrd.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: