Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Prabowo Nagih Utang ke Gus Yahya, Yang Melunasi Gus Kikin

        Presiden Prabowo Nagih Utang ke Gus Yahya, Yang Melunasi Gus Kikin Kredit Foto: Instagram/gus.kikin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Momen menarik mewarnai penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

        Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 yang baru saja ditetapkan, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, memastikan akan segera menyerahkan kartu anggota NU kepada Presiden Prabowo Subianto.

        Penyerahan ini sekaligus menjawab "tagihan" yang sempat dilontarkan Presiden Prabowo pada pembukaan Muktamar beberapa hari sebelumnya.

        Gus Kikin Berseloroh Tanda Tangani Sendiri Kartu Prabowo

        Usai resmi dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai Ketum PBNU yang baru, Gus Kikin menyampaikan kesiapannya untuk memberikan kartu keanggotaan tersebut secara langsung.

        "Ya, InsyaAllah kita berikan nanti," ujar Gus Kikin.

        Dengan gaya santai dan penuh humor, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini bahkan berseloroh bahwa sebagai Ketua Umum yang baru, dirinyalah yang kini berwenang menandatangani kartu keanggotaan Presiden tersebut.

        "Kalau jadinya tadi pagi kartunya, saya yang harus tanda tangan," katanya.

        Sebagai informasi, tongkat estafet kepemimpinan PBNU kini resmi berpindah. Gus Kikin terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh tim AHWA dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU untuk memimpin PBNU pada masa khidmat 2026-2031.

        Kehadiran Gus Kikin diharapkan mampu membawa NU semakin solid dan terus bersinergi dalam menjaga kemaslahatan umat.

        Prabowo Menagih ke Gus Yahya

        Wacana mengenai kartu anggota NU ini bermula dari pidato Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU pada Kamis (27/8/2026). Saat itu, Prabowo secara blak-blakan menagih kartu anggotanya kepada Ketua Umum PBNU periode sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

        Prabowo menganggap PBNU masih berutang kepadanya terkait kartu tersebut. Ia bahkan memberikan "syarat" unik agar dirinya bersedia datang kembali ke acara penutupan Muktamar.

        "Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU, jadi masih utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar, lah, kalau gitu. Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31 (Agustus)," ucap Prabowo saat itu yang langsung disambut riuh tepuk tangan peserta.

        Kini, dengan terpilihnya Gus Kikin, janji tersebut bersiap untuk dilunasi langsung oleh pucuk pimpinan PBNU yang baru.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: