- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Laba Alamtri (ADMR) Melonjak 24%, Raup US$162,57 Juta pada Semester I-2026
Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Emiten yang terafiliasi dengan keluarga Thohir, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Pendapatan usaha perseroan mencapai US$583,88 juta atau sekitar Rp10,45 triliun (asumsi kurs Rp17.899 per dolar AS).
Pendapatan tersebut meningkat 31,52% dibandingkan US$443,94 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan ADMR yang dikutip Senin (1/9/2026), kenaikan pendapatan juga diikuti peningkatan beban pokok pendapatan. Pos ini tercatat sebesar US$306,04 juta, naik dari US$263,75 juta pada semester I-2025.
Meski beban meningkat, laba perseroan tetap tumbuh. ADMR membukukan laba periode berjalan sebesar US$162,57 juta, dibandingkan US$138,89 juta setahun sebelumnya.
Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$174,18 juta atau sekitar Rp3,12 triliun. Angka tersebut naik 23,97% dari US$140,50 juta pada semester I-2025 yang sebesar US$140,50 juta.
Pertumbuhan laba tersebut turut mendorong laba per saham dasar atau earning per share (EPS) ADMR. EPS perseroan naik menjadi US$0,0043 dari US$0,0034 pada akhir Juni 2025.
Baca Juga: Laba Bersih ADRO Melonjak 76,8% Jadi US$309,37 Juta di Semester I-2026
Baca Juga: Saratoga (SRTG) Berbalik Rugi Rp3,87 Triliun, dari Laba Rp102 Miliar
Baca Juga: Laba KSEI Tembus Rp315,74 Miliar pada Semester I-2026
Dari sisi neraca, total aset ADMR per 30 Juni 2026 mencapai US$4,13 miliar. Nilai tersebut melonjak 86,88% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$2,89 miliar.
Aset tidak lancar menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$2,92 miliar, sedangkan aset lancar tercatat US$1,21 miliar.
Pertumbuhan aset tersebut juga dibarengi dengan peningkatan liabilitas. Total kewajiban ADMR mencapai US$2,34 miliar per akhir Juni 2026, naik signifikan dari US$1,17 miliar pada akhir 2025.
Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat US$1,79 miliar. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$1,63 miliar, sedangkan kepentingan nonpengendali sebesar US$154,63 juta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: