Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Habib Rizieq Jengkel dengan Ormas Preman: 'Mentang-Mentang Deket dengan Presiden, Sombong Begitu'

        Habib Rizieq Jengkel dengan Ormas Preman: 'Mentang-Mentang Deket dengan Presiden, Sombong Begitu' Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penasihat Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta pemerintah harus bertindak tegas terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai melakukan aksi premanisme dan meresahkan masyarakat.

        Habib Rizieq mengingatkan agar keberadaan ormas tidak justru menjadi beban bagi masyarakat. Menurutnya, ormas seharusnya memberikan manfaat dan membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

        "Hati-hati dengan organisasi preman, Saudara. Organisasi preman jangan dibiarkan. Mereka masuk ke kampung mengganggu orang, malakin orang di pasar,” kata Habib Rizieq dalam sebuah ceramah sebagaimana dikutip dari akun Pecinta Habaib, Selasa (1/9/2026).

        Ia menilai umat Islam perlu bersatu untuk mendorong keberadaan ormas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

        "Ormas itu mestinya manfaat buat masyarakat. Bukan ormas itu, Saudara, nyusahin masyarakat. Ormas-ormas preman harus dibubarkan," ujarnya.

        Habib Rizieq juga mengaku telah menyampaikan pesan kepada Presiden agar pemerintah membubarkan ormas yang terbukti mengganggu dan meresahkan masyarakat.

        "Saya sudah kirimkan pesan kepada presiden. Semua ormas preman yang bikin susah masyarakat, yang mengganggu masyarakat, bubarkan!,” tegasnya.

        Ia kemudian menyinggung sejumlah organisasi kemasyarakatan yang memiliki kedekatan dengan Presiden. Menurutnya, kedekatan dengan kepala negara tidak seharusnya membuat sebuah organisasi bertindak sewenang-wenang.

        "Mentang-mentang merasa dekat dengan presiden. Eh, Nahdlatul Ulama (NU) dekat dengan presiden. Tapi enggak ada NU sombong begitu, Muhammadiyah juga dekat dengan presiden. Enggak ada Muhammadiyah sombong begitu,” kata Habib Rizieq.

        Habib Rizieq juga menyoroti dugaan kekerasan terhadap warga lanjut usia. Ia mengecam tindakan kekerasan yang menurutnya tidak boleh dibiarkan.

        "Baru dekat dengan presiden sudah seenaknya nyeret orang dari rumahnya. Lansia umur 60 tahun digebugi, ditelanjangi sampai mati. Kurang ajar. Enggak boleh yang begini dibiarkan,” ujarnya.

        Menurut Habib Rizieq, penegakan hukum harus dilakukan terhadap siapa pun yang melakukan kekerasan dan tindakan yang merugikan masyarakat, tanpa melihat latar belakang organisasi maupun kedekatannya dengan penguasa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: