Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anak Usaha Klaim Waskita Punya Kompetensi jadi Pemain Jalan Tol

        Anak Usaha Klaim Waskita Punya Kompetensi jadi Pemain Jalan Tol Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana melakukan restrukturisasi pada PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dengan berfokus menjadi BUMN pengelola jalan tol kedua di Indonesia setelah PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

        PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) mengklaim pihak grup usaha sudah punya kesiapan dalam mengawal proyek jalan tol, khususnya dengan utilisasi alat sendiri.

        "Untuk pekerjaan jalan tol, kami sudah memiliki peralatannya, mulai dari paver, launcher (gantry), bridging plan, hingga kemampuan operasi dan pemeliharaan. Kalau di Jasa Marga ada JMTM (Jasamarga Tollroad Maintenance), kami juga sudah memiliki bagian yang menangani hal tersebut,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

        Atas dasar itu, Bambang meyakini Waskita dan anak usahanya memiliki bekal yang cukup untuk memandu jalan tol. 

        "Jadi kalau dilihat sih pastinya secara parenting portfolio itu kita masih inline dengan kondisi apapun yang diarahkan oleh Danantara," ujar dia.

        Hanya saja, Waskita dan tim masih menunggu arahan pasti dari Danantara.

        Baca Juga: Merger Mitratel dan TBIG, Danantara Buka Kemungkinan Kolaborasi BUMN-Swasta

        Baca Juga: Bidik Pasar Global, Danantara Ubah Model Bisnis PalmCo

        "Tapi kan kita kan tetap bersinergi dengan yang lain. Kita juga punya anak, Waskita Beton Precast gitu. Terus mungkin kalau di jalan tol kan pastinya ada pengelolaan rest area. Kita juga belum tahu arahnya itu," ungkapnya.

        Saat ditanya lebih lanjut seputar rencana merger BUMN Karya, pihak WKI masih terus mengikuti arahan dari Waskita Karya selaku holding maupun Danantara.

        "Kalau di kitanya yang terpenting yang masih inline bisnisnya dengan induk, pasti ngikut. Yang tidak inline dengan induk mungkin dibuatin vehicle untuk digabungkan," pungkas Bambang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: