Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bidik Pasar Global, Danantara Ubah Model Bisnis PalmCo

Bidik Pasar Global, Danantara Ubah Model Bisnis PalmCo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PalmCo untuk membahas strategi transformasi PalmCo dalam memperkuat posisinya sebagai pemain global di industri minyak kelapa sawit.

Setelah berhasil memenuhi kebutuhan minyak kelapa sawit domestik, PalmCo kini mulai melebarkan sayap bisnis ke pasar internasional.

Transformasi tersebut diarahkan melalui peningkatan kapasitas ekspor dengan memanfaatkan kelebihan pasokan yang dimiliki setelah memenuhi kewajiban pasar domestik.

“Yang dulunya kita semuanya majority adalah di dalam negeri, sekarang kita ingin kita penetrasi ke ekspor, dari kelebihan DMO yang kita miliki, kita bisa ekspor, itu tahap satu,” ujar Dony, mengutip dari intagram resmi BP BUMN.

Tidak berhenti pada ekspor, PalmCo juga menyiapkan langkah hilirisasi di pasar global melalui rencana pembangunan refinery atau fasilitas pengolahan minyak di luar negeri.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing PalmCo di tengah persaingan industri sawit global.

“Kedepannya kita mau bangun refinery di luar, sehingga kita nanti bisa menjadi refined palm oil,” ujar Dony.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi PalmCo untuk memperluas jangkauan bisnis dari yang sebelumnya berorientasi pada pasar domestik menjadi perusahaan dengan kapasitas dan daya saing di tingkat global.

Sebagai catatan, PalmCo sukses membukukan laba bersih Rp7,08 triliun pada tahun buku 2025, melonjak 90,3% dibandingkan Rp3,72 triliun pada 2024. Kenaikan laba ditopang peningkatan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), penguatan harga jual rata-rata, pertumbuhan volume penjualan, serta pengendalian biaya operasional.

Dari sisi harga, rata-rata harga jual CPO PalmCo mencapai Rp14.223 per kilogram pada 2025, meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan menyatakan kenaikan harga tersebut dapat dikonversi menjadi pertumbuhan laba melalui peningkatan volume penjualan dan efisiensi biaya.

Baca Juga: Danantara Kucurkan Dana ke Adhi Karya, Proyek LRT City Dibereskan Mulai September 2026

Baca Juga: Merger Mitratel dan TBIG, Danantara Buka Kemungkinan Kolaborasi BUMN-Swasta

Baca Juga: Danantara Housing Expo 2026 Raup Proyek Rp2 Triliun, Pengunjung Tembus 10 Ribu per Hari

Produksi CPO PalmCo sepanjang 2025 mencapai 2,70 juta ton, meningkat 7,87% dibandingkan 2,49 juta ton pada 2024. Kenaikan produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperbesar volume penjualan perusahaan ketika harga jual CPO menguat.

Selain laba bersih, EBITDA PalmCo naik 46% menjadi Rp13,27 triliun pada 2025 dari Rp9,09 triliun pada 2024. Tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) mencapai 9,2%.

Secara historis, laba bersih PalmCo meningkat dari Rp2,53 triliun pada 2023 menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, sebelum mencapai Rp7,08 triliun pada 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan