Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IWIP Buka Peluang UMKM Maluku Utara Masuk Rantai Pasok Industri

        IWIP Buka Peluang UMKM Maluku Utara Masuk Rantai Pasok Industri Kredit Foto: IWIP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat kemitraan antara dunia usaha dan UMKM. 

        Penguatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta mendorong daya saing pelaku usaha lokal khususnya di wilayah Maluku Utara.

        Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam Rangka Penanaman Modal yang mempertemukan 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan IWIP dan sejumlah tenant di kawasan industri di Ternate, Maluku Utara, Selasa (1/9).

        Kegiatan ini membuka akses UMKM terhadap peluang kemitraan, pembiayaan, dan rantai pasok industri melalui pengenalan profil serta kapasitas usaha. Rangkaian kegiatan mencakup talkshow “Penguatan Ekosistem Kemitraan dan Pembiayaan Inklusif bagi UMKM,” dua sesi business matching, dan pemberian penghargaan kepada lima UMKM mitra IWIP.

        Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe,  mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus membuka ruang bagi investasi yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pengembangan potensi daerah, termasuk di sektor kelautan, perikanan, dan perkebunan. 

        Ia menyebut, Pertumbuhan investasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi pengusaha lokal.

        “Pemerintah membutuhkan mitra untuk berkolaborasi memenuhi kebutuhan daerah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Kami ingin investasi yang berkembang di Maluku Utara juga membuka semakin banyak kesempatan bagi pengusaha lokal. Kami juga bangga kehadiran IWIP telah membawa perubahan bagi Halmahera Tengah,” ujar Sarbin Sehe.

        Peluang kemitraan tersebut dibahas lebih konkret melalui dua sesi business matching. IWIP bersama tenant memaparkan kebutuhan pekerjaan serta pengadaan barang dan jasa melalui Scope of Work (SoW) dan Bill of Quantities (BoQ).

        Dalam kegiatan tersebut, UMKM mendapat kesempatan untuk memperkenalkan profil, produk, kapasitas, dan kesiapan usahanya, sekaligus berdiskusi langsung mengenai kebutuhan dan persyaratan pengadaan.

        Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional Noor Sona Maesana Mushonnif mengatakan pertumbuhan hilirisasi perlu berjalan seiring dengan penguatan pengusaha nasional dan daerah.

        Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi di Maluku Utara mencapai Rp40,2 triliun dan menempatkan provinsi ini sebagai lokasi investasi terbesar ketiga di Indonesia.

        “Melalui kemitraan yang terarah, UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan standar, skala, dan daya saing. Pertemuan ini perlu dilanjutkan menjadi purchase order dan perjanjian kerja sama agar pengusaha lokal dapat tumbuh bersama investasi yang ada,” ujar Noor Sona.

        Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Delfinur Rizky Novihamzah, mengatakan kemitraan tidak cukup berhenti pada komitmen. Pemerintah mendorong agar kebutuhan usaha besar dapat dipertemukan dengan calon vendor lokal yang memiliki legalitas dan kesiapan usaha, serta memastikan proses kemitraan dapat direalisasikan, dipantau, dan dikawal. 

        "Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, serta dunia usaha menjadi penting untuk memperluas akses UMKM terhadap peluang tersebut," ujarnya. 

        General Manager External Relations IWIP,  Yudhi Santoso, mengatakan  peluang bagi pelaku usaha lokal masih terbuka untuk memenuhi berbagai kebutuhan rantai pasok IWIP dan tenant, mulai dari bahan makanan, pakaian kerja, dan kebutuhan operasional hingga logistik dan transportasi. 

        Pada Kuartal II 2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp 1,1 triliun, sementara 77,6 persen belanja IWIP dilakukan di Maluku Utara.

        “IWIP ingin semakin banyak UMKM lokal yang siap masuk dan bertahan dalam rantai pasok industri. Kami membuka ruang komunikasi dan kerja sama, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat legalitas, konsistensi kualitas, harga yang kompetitif, ketepatan waktu, dan pelayanan. Aspek-aspek tersebut menjadi fondasi agar kemitraan dapat tumbuh dalam jangka panjang,” ujar Yudhi.

        Sebagai bentuk apresiasi terhadap mitra yang telah berkembang bersama perusahaan, IWIP memberikan penghargaan kepada PT Bangun Bumi Mahera sebagai Most Improved UMKM Supplier, CV Sritimas Agro Silvae sebagai Best Responsive Supplier, CV Satu Tiga Berjaya sebagai Best Performing UMKM Supplier, CV Semarak sebagai penerima Best Local Community Impact Award, dan CV Abadi Jaya sebagai penerima Best Quality & Reliability Award.

        Baca Juga: OJK Kembangkan Credit Scoring Alternatif untuk Buka Akses UMKM

        Baca Juga: BI Sasarkan Target KLM ke Sektor Produktif dan UMKM

        Baca Juga: Hadiri Bazar Pelindo di Empat Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta

        Direktur Utama CV Satu Tiga Berjaya Suhendra Sutjahja, mitra IWIP di bidang penyediaan daging dan seafood, membagikan pengalamannya membangun usaha dari skala pasokan kecil hingga mampu memenuhi kebutuhan perusahaan. 

        Menurutnya, menjaga kualitas, memenuhi persyaratan, dan terus memperbaiki tata kelola menjadi bagian penting dalam mempertahankan kemitraan.

        “Kemitraan dengan IWIP menjadi proses belajar bagi kami untuk bekerja lebih tertib, menjaga kualitas, memenuhi jadwal, dan memperbaiki administrasi usaha. Kesempatan seperti ini memberikan akses pasar sekaligus mendorong kami untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan industri,” ujar Suhendra.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: