Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bank Indonesia mendorong penyaluran Kredit Likuiditas Makroprudensial (KLM), agar lebih banyak mengalir ke sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Director Central Bank of Indonesia, Alexander Lubis, mengatakan sektor yang menjadi sasaran penyaluran KLM antara lain industri dan industrialisasi, konstruksi, real estate dan perumahan, serta sektor jasa. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor-sektor yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian.
“Yang akan menjadi pemilihan-pemilihan KLM ini masuk ke sana, yaitu kebanyakan industri dan industrialisasi, konstruksi, real estate, dan perumahan, sektor jasa,” ujar Alexander Lubis dalam taklimat media efektifitas kebijakan makroprudensial mendorong pertumbuhan kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi, Jumat (28/8/2026).
Selain sektor-sektor tersebut, BI juga menargetkan KLM dapat mendorong pembiayaan bagi UMKM. Ia menilai, pemulihan UMKM pasca pandemi masih perlu terus didorong sehingga dibutuhkan kombinasi kebijakan dari sisi pembiayaan maupun dukungan lainnya.
“KLM tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pasokan kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan dapat menjangkau sektor dan pelaku usaha yang membutuhkan," kata dia.
Ia menuturkan, pertumbuhan sektor-sektor produktif tersebut diharapkan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian. Ketika industri, konstruksi, perumahan, dan sektor jasa tumbuh lebih cepat, dampaknya diharapkan turut dirasakan oleh UMKM.
optimalisasi KLM tidak dapat dilakukan hanya melalui penambahan pasokan kredit. Kebijakan tersebut perlu dikombinasikan dengan upaya mempertemukan perbankan dengan pelaku usaha serta mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan di sektor-sektor yang menjadi sasaran.
Baca Juga: Ini Profil dan Rekam Jejak 3 Pimpinan Baru Bank Indonesia
Baca Juga: Bank INA Buka KCP Muara Karang, Perkuat Layanan untuk UMKM dan Nasabah Ritel
Dengan demikian, KLM diharapkan tidak berhenti sebagai stimulus dari sisi perbankan, tetapi benar-benar tersalurkan ke sektor produktif dan UMKM sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra