Nyaris 30 Tahun Berlalu, Pembunuh Sosok Rapper Ini Akhirnya Terungkap
Kredit Foto: Rolling Stone
Hampir tiga dekade setelah Tupac Shakur tewas ditembak di Las Vegas, kasus pembunuhan aktor sekaligus rapper legendaris tersebut akhirnya memasuki babak baru. Sosok yang selama ini dituding berada di balik penembakan itu kini telah dinyatakan bersalah oleh juri.
Duane “Keffe D” Davis, mantan pemimpin geng jalanan South Side Compton Crips di Los Angeles, divonis bersalah atas pembunuhan Tupac Shakur pada 1996. Putusan tersebut sekaligus mengakhiri persidangan selama 11 hari yang menjadi titik penting dalam salah satu kasus pembunuhan paling terkenal di Amerika Serikat.
Pengadilan juri di Clark County, Nevada, berdiskusi selama hampir tiga jam pada hari Senin (31/8) sebelum menyatakan Davis, 63 tahun, bersalah atas satu dakwaan pembunuhan tingkat pertama dengan senjata mematikan.
Baca Juga: Utang Rp3,5 M Dilunasi Jhon LBF, Ruben Onsu Balas Budi Lewat Cara Tak Biasa
Davis dituduh mengatur penembakan yang menewaskan Shakur pada 7 September 1996. Jaksa penuntut meyakini motifnya berkaitan dengan kemarahan setelah anggota rombongan Shakur memukuli keponakan Davis di sebuah kasino Las Vegas beberapa jam sebelum penembakan.
“Duane Davis, dalam budaya geng, tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,” kata jaksa Binu Palal selama argumen penutup. “Jadi apa yang dia lakukan? Dia memperoleh senjata api, mengumpulkan kelompoknya, dan pergi memburu Tuan Shakur.”
Malam itu, Shakur berada di Las Vegas untuk menyaksikan pertandingan tinju kelas berat Mike Tyson. Sekitar dua jam setelah konfrontasi di kasino, rapper tersebut ditembak dari dalam sebuah Cadillac putih yang berhenti di lampu merah tepat di samping BMW yang ditumpanginya.
Baca Juga: Kasus Hukum Ruben Onsu Beres, Pengacara: Orang Baik akan...
Saat kejadian, Shakur duduk di kursi penumpang depan BMW. Seorang pria bersenjata yang berada di dalam Cadillac disebut melepaskan tembakan ke arahnya.
Menurut jaksa, Davis menyerahkan pistol kepada seseorang yang duduk di kursi belakang Cadillac dan memerintahkan orang itu untuk menembak Shakur, yang meninggal enam hari kemudian.
Davis menjadi satu-satunya orang yang berada di dalam Cadillac pada malam kejadian yang masih hidup. Posisi tersebut membuat kesaksiannya menjadi bagian penting dalam mengungkap kembali rangkaian peristiwa yang selama bertahun-tahun menyisakan tanda tanya.
Pembunuhan Shakur, yang juga dikenal sebagai 2Pac, telah menjadi salah satu kasus pembunuhan paling terkenal di AS. Selama bertahun-tahun, kasus tersebut memicu perdebatan tanpa henti di kalangan penggemar musik mengenai siapa sebenarnya pelaku dan apa motif di balik kematian sang rapper.
Shakur baru berusia 25 tahun ketika nyawanya berakhir. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam persaingan hip-hop yang mempertemukan rapper Pantai Timur AS dengan artis Pantai Barat.
Namanya melekat kuat dalam sejarah musik lewat sejumlah lagu hits seperti “California Love” dan “All Eyez on Me”. Shakur merupakan putra seorang anggota Black Panther dan sempat dibesarkan di Harlem serta Baltimore sebelum akhirnya menjadi salah satu lambang hip-hop California setelah menandatangani kontrak dengan Death Row Records yang berbasis di Los Angeles.
Sementara itu, Davis belum menyatakan kasus tersebut berakhir. Ia akan menghadapi hukuman maksimal penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat pada sidang vonisnya tanggal 13 Oktober.
Di hadapan hakim, Davis juga telah menyampaikan langkah berikutnya yang akan ditempuh setelah putusan tersebut. Dia mengatakan kepada hakim akan mengajukan banding atas perkara ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: