Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dulu Anies Disemprot Prabowo Soal 'Angin Tak Punya KTP', Kini Menhut Ulangi

        Dulu Anies Disemprot Prabowo Soal 'Angin Tak Punya KTP', Kini Menhut Ulangi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Chusnul Chotimah kembali mengungkit perdebatan antara Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dalam Debat Pilpres Desember 2023. Saat itu, Anies menyebut polusi udara Jakarta dipengaruhi angin yang “tidak punya KTP”, sementara Prabowo menilai pernyataan tersebut terlalu menyederhanakan masalah.

        Kini, analogi serupa muncul dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat menanggapi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa angin hingga ke negara tetangga.

        "Dulu Anies pernah bilang, polusi udara karena angin tak punya KTP. Prabowo jawab, susah kalau nyalahin angin. Tidak perlu ada pemerintahan kalau begitu," tulis Chusnul di akun X pribadinya, dikutip Rabu (2/9).

        "Sekarang menteri kehutanan bilang, bencana asap karena angin enggak ada KTP. Pertanyaannya, berani nggak Prabowo menegur menterinya. Susah kalau nyalahin angin. Tidak perlu ada menhut kalau begitu?" lanjutnya.

        Sebelumnya, Raja Juli menjelaskan bahwa asap karhutla bisa melintasi batas negara, termasuk dari Malaysia ke Indonesia.

        "Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya dari sini, ini menurut teman-teman dari LH juga, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena emang asap enggak ada KTP-nya gitu," kata Raja Juli di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

        Ia menegaskan, pemerintah tetap berupaya maksimal agar dampak karhutla tidak merugikan negara tetangga.

        Sementara itu, dalam debat capres halaman kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023), Anies menyebut kualitas udara Jakarta dipengaruhi polutan dari luar wilayah yang terbawa angin, ia menganalogikan dengan angin tidak punya KTP.

        "Tapi apa yang terjadi? Ada hari di mana kita bersih, ada hari di mana kita kotor. Ada masa Minggu pagi Jagakarsa sangat kotor, apa yang terjadi? Polusi udara tidak punya KTP, angin tidak punya KTP. Angin itu bergerak dari sana ke sini," ujar Anies.

        Prabowo menilai jawaban tersebut terlalu menyederhanakan masalah dengan menyalahkan faktor alam, mengingat Jakarta memiliki anggaran besar untuk solusi nyata.

        Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi, Ade Armando Sorot Kedekatan Dokter Tifa dengan Anies

        "Ya susah kalau kita menyalahkan angin dari mana aja. Jadi saya bertanya, dengan anggaran segitu besar langkah-langkah yg bisa dilakukan untuk dengan riil dalam lima tahun mengurangi polusi juga di mana rakyat Jakarta begitu banyak yang mengalami sakit pernapasan," ucapnya.

        "Jadi saya kira kalau kita dengan gampang menyalahkan angin, hujan, dan sebagainya ya mungkin tidak perlu ada pemerintahan kalau begitu. Terima kasih," lanjut Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: