Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perhatian Kecil Wapres Gibran ke Korban Gempa NTT, Sampai Berikan Ini...

        Perhatian Kecil Wapres Gibran ke Korban Gempa NTT, Sampai Berikan Ini... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah situasi sulit yang masih dihadapi para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah perhatian kecil dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan. Gibran diketahui memberikan kacamata pribadinya kepada seorang korban gempa yang ditemuinya di Posko Pengungsian Golo Conggo, Kabupaten Manggarai.

        Kacamata tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Gibran ingin membantu melindungi mata korban selama menjalani proses pemulihan. Ia bahkan sempat mengingatkan korban agar menjaga kondisi matanya dan tidak membiarkannya terkena debu.

        "Jangan kena debu dulu," ungkap Gibran kepada korban.

        Momen sederhana tersebut terlihat dalam tayangan di kanal YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia yang ditayangkan pada Rabu (2/9/2026). Perhatian Gibran itu menjadi salah satu bagian dari kunjungannya untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

        Baca Juga: Gibran Jadi Bagian Kisah Kelahiran Bayi di Sikka, Namanya Bikin Haru

        Diketahui, Gibran mengunjungi NTT pada Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya meninjau kondisi warga, tetapi juga menginstruksikan jajaran terkait agar bergerak cepat memperluas jangkauan serta mempercepat distribusi bantuan.

        Wilayah terdampak yang belum tersentuh juga diminta tidak luput dari perhatian. Bantuan diinstruksikan agar dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak tanpa terkecuali.

        Pemerintah menyatakan akan terus mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana. Langkah tersebut diperlukan mengingat dampak gempa masih dirasakan oleh masyarakat di sejumlah kabupaten di NTT.

        Berdasarkan data BNPB, hingga saat ini tercatat 111 orang meninggal dunia, termasuk korban tidak langsung akibat dampak pascagempa. Sementara itu, sebanyak 1.666 orang mengalami luka berat dan ringan.

        Jumlah warga yang masih harus meninggalkan rumahnya juga tidak sedikit. Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 188.161 warga tercatat masih mengungsi.

        Dampak kerusakan turut meluas ke sektor hunian. Sebanyak 95.567 unit rumah mengalami kerusakan yang tersebar di 7 kabupaten terdampak. Rinciannya, 27.414 rumah mengalami rusak berat, 21.992 rumah rusak sedang, dan 46.161 rumah rusak ringan.

        Tujuh wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. Kondisi tersebut membuat penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan dalam jumlah besar, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.

        Pemerintah bersama sejumlah lembaga kemanusiaan, seperti Baznas RI dan Perum Bulog, terus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut mencakup logistik dan pangan, hingga pemulihan dokumen kependudukan bagi warga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: