Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Kredit Foto: Istimewa
Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat pada Jumat (4/9/2026) pagi hingga menembus US$80.802. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu mencatat lonjakan sebesar 3,52% dalam 24 jam terakhir ke kisaran Rp1,42 miliar per koin.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.41 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,357 miliar hingga Rp1,448 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp28,57 kuadriliun dengan volume transaksi 24 jam sebesar Rp721,83 miliar.
Dalam sepekan, pergerakan harga Bitcoin juga melesat hingga 0,93% dan dalam 30 hari terakhir sinyal penguatan masih kencang sebesar 25,51%.
Melansir dari Investing, lonjakan harga Bitcoin ini terjadi di tengah prnurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mana pada hari Selasa imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023, sementara imbal hasil obligasi 2 tahun mencapai level tertinggi sejak Juli 2024. Keduanya sedikit mereda pada hari Rabu, dan penurunan berlanjut pada hari Kamis, dengan imbal hasil 10 tahun turun 2,2 basis poin menjadi 4,772%, dan imbal hasil 2 tahun turun 4,6 basis poin menjadi 4,340%.
Beberapa komentar positif dari Gubernur Fed Christopher Waller menjadi dukungan untuk sentimen pasar.
"Meskipun inflasi masih jauh di atas target 2% Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), data terbaru menunjukkan bahwa kita akhirnya melihat beberapa tanda disinflasi. Jika ini berlanjut dalam data yang akan dirilis selama dua minggu ke depan, saya cenderung mendukung untuk mempertahankan target suku bunga dana federal pada pengaturan saat ini," kata Waller.
Presiden DeFi Technologies Andrew Forson berpendapat bahwa pergerakan Bitcoin ini mencerminkan lebih dari efek likuiditas.
"Menurut pandangan saya, tidak cukup untuk melihat pergerakan harga BTC saat ini hanya dari sudut pandang pergerakan harga sebagai akibat dari pelepasan likuiditas dari pergerakan obligasi pemerintah AS," katanya.
Forson mencatat bahwa reli kuat Bitcoin selama beberapa minggu terakhir terjadi bahkan ketika imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik hampir 10 basis poin, sebuah tren yang menurutnya luar biasa, karena kenaikan imbal hasil biasanya membebani aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti Bitcoin dan emas.
Aksi pembelian baru-baru ini dari pemegang saham korporasi terkemuka yakni Strategy, bersamaan dengan harapan akan lebih banyak regulasi AS, juga telah membantu Bitcoin.
Baca Juga: Bitcoin Hari Ini Turun 0,29%, Bertahan di Rp1,37 Miliar
Baca Juga: Bitcoin Ambruk ke US$77.232, Metaplanet Diam-diam Pindahkan 10.270 BTC
Sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar bergerak menguat pada perdagangan hari ini. XRP menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 5,11% ke level Rp25.408 per koin, disusul Ethereum (ETH) yang naik 3,83% menjadi Rp44,09 juta per koin. Selanjutnya, Binance Coin (BNB) menguat 3,80% ke level Rp12,75 juta per koin, sementara Solana (SOL) meningkat 2,44% menjadi Rp1,82 juta per koin.
Pada kelompok aset kripto berkapitalisasi menengah dan kecil, Cardano (ADA) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 7,84% ke level Rp3.939 per koin. Berikutnya, Chainlink (LINK) menguat 5,45% menjadi Rp208.678 per koin, disusul Dogecoin (DOGE) yang naik 4,16% ke level Rp1.530 per koin. Sementara itu, Bitcoin Cash (BCH) meningkat 2,51% menjadi Rp4,48 juta per koin dan TRON (TRX) menguat 0,91% ke posisi Rp5.805 per koin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: