Tetaskan Petani Muda, 100 Mahasiswa UBB Terima Beasiswa Kelapa dari JHL Foundation
Kredit Foto: Istimewa
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Rabu (2/9/2026). Program tersebut ditujukan untuk mendukung pendidikan sekaligus mendorong regenerasi petani di Indonesia.
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo mengatakan, sektor pertanian menghadapi persoalan regenerasi petani. Mayoritas petani saat ini berusia di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda untuk menekuni bidang pertanian masih rendah.
Menurut Jerry, kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat sektor pertanian.
"Bagaimana mungkin pertanian Indonesia bisa maju kalau kualitas SDM-nya masih pas-pasan? Karena itu, regenerasi petani dan peningkatan pendidikan menjadi sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia ke depan," ujar Jerry dalam kegiatan penyerahan beasiswa di Pangkalpinang.
Ia mengatakan, Beasiswa Kelapa diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa dalam memperoleh pendidikan, tetapi juga membuka perspektif generasi muda mengenai peluang di sektor pertanian.
Jerry menilai pertanian membutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, mampu memanfaatkan teknologi, serta memahami aspek ekonomi dan kewirausahaan.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tidak menghilangkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia di sektor pertanian. Karena itu, pendidikan bagi generasi muda yang tertarik pada pertanian perlu terus diperkuat.
"Tujuannya agar petani-petani Indonesia di masa depan merupakan manusia-manusia dengan tingkat intelektualitas yang tinggi, memiliki pengetahuan, dan mampu memanfaatkan teknologi," katanya.
Jerry mengatakan, persoalan regenerasi menjadi salah satu alasan JHL Foundation memberikan perhatian terhadap pendidikan mahasiswa di bidang pertanian.
Ia menilai rendahnya minat generasi muda terhadap profesi petani salah satunya dipengaruhi citra bahwa pekerjaan tersebut kurang menjanjikan secara ekonomi.
Padahal, menurut Jerry, sektor pertanian memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya, tetapi juga memahami pengelolaan usaha, teknologi, serta kebutuhan pasar.
JHL Foundation juga mendorong agar pendidikan pertanian lebih banyak memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa. Salah satu gagasan yang disampaikan Jerry adalah kerja sama UBB dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengelola lahan pertanian sekitar 1.000 hektare melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO).
Lahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat mahasiswa belajar mengelola pertanian secara langsung, mulai dari menanam hingga memanen dan mengembangkan hasilnya menjadi kegiatan usaha.
Model tersebut diharapkan dapat mempertemukan dukungan pendidikan dengan upaya regenerasi petani. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai lulusan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki pengalaman praktis untuk mengembangkan sektor pertanian.
Jerry juga menekankan pentingnya membekali petani dengan informasi mengenai pasar. Menurut dia, petani tidak cukup hanya mengetahui cara menanam, tetapi juga perlu memahami kebutuhan pasar, harga, serta akses penjualan.
Baca Juga: Cakup Biaya Pendidikan dan Biaya Hidup, Jardine Foundation dan UGM Buka Beasiswa Pascasarjana
Dengan pengetahuan tersebut, petani diharapkan dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Melalui Beasiswa Kelapa, JHL Foundation berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan pendidikan sekaligus melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang ekonomi dan dapat dikembangkan secara modern.
Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi baru di sektor pertanian yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: