Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari UMKM hingga Pariwisata, PGN Dorong Desa Bangun Sumber Ekonomi Mandiri

        Dari UMKM hingga Pariwisata, PGN Dorong Desa Bangun Sumber Ekonomi Mandiri Kredit Foto: PGN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal untuk memperkuat kemandirian masyarakat desa. Program tersebut diarahkan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kapasitas, membuka akses pasar, dan menciptakan sumber pendapatan yang dapat dikembangkan masyarakat secara mandiri.

        Upaya itu dilakukan melalui sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR), antara lain pengembangan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo di Magelang, Suadesa Festival, serta Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa) di Desa Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan.

        Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan penguatan ekonomi desa menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan yang inklusif. Menurut dia, masyarakat membutuhkan kapasitas dan akses untuk mengembangkan sumber pendapatan, bukan hanya bantuan.

        “Untuk itu, PGN berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan masyarakat mengenali potensinya, meningkatkan kapasitas, dan pada akhirnya mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri. Ketika ekonomi desa tumbuh, masyarakat semakin berdaya dan keberlanjutan program dapat terus berjalan melalui peran aktif masyarakat itu sendiri,” jelas Fajriyah.

        Salah satu program tersebut dijalankan melalui Balkondes Karangrejo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kawasan ini menjadi wadah masyarakat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mulai dari homestay, kuliner, paket wisata, hingga produk ekonomi kreatif.

        PGN juga mendukung kebutuhan energi kawasan melalui sistem Compressed Natural Gas (CNG) cluster untuk sekitar 150 rumah tangga serta panel surya yang memasok sebagian kebutuhan listrik Balkondes.

        Dari sisi ekonomi, Balkondes PGN Karangrejo mencatat omzet hingga Rp3,6 miliar pada 2024. Sebanyak 80% tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal yang telah mendapatkan pelatihan untuk mengelola homestay, restoran, dan berbagai paket wisata, seperti tur VW Safari, bersepeda, arung jeram, dan wisata edukasi pertanian.

        Aktivitas ekonomi tersebut juga memberikan kontribusi kepada desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).

        Model serupa diterapkan melalui Suadesa Festival sebagai ruang untuk mempertemukan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, masyarakat, dan pemangku kepentingan dengan pasar yang lebih luas.

        Pada Suadesa Festival 2026 yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026, sebanyak 2.792 pengunjung tercatat hadir dengan total perputaran ekonomi mencapai Rp1,815 miliar.

        Kegiatan tersebut juga mengintegrasikan pengelolaan lingkungan. Sebanyak 331,6 kilogram sampah dikumpulkan untuk dipilah dan diproses menjadi barang bernilai guna.

        “Suadesa digelar bukan sekadar festival, tetapi menjadi ruang bersama untuk mempertemukan potensi desa dengan masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar produk lokal, UMKM, kreativitas masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujar Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi.

        Sementara di Sumatera Selatan, PGN menjalankan Program Pendekar Dewa di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim. Program tersebut menyasar penguatan rantai nilai komoditas karet, pengembangan UMKM, peningkatan akses kebutuhan dasar, dan pengembangan wisata lokal.

        Program tersebut turut meningkatkan pendapatan petani karet yang terlibat. Pada 2025, pendapatan petani tercatat Rp57,6 juta per tahun, naik 33,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Di sektor pariwisata, pengembangan Danau Kemiri sebagai destinasi berbasis masyarakat mencatat 6.554 kunjungansepanjang 2025. Pendapatan wisata mencapai Rp92,48 juta, meningkat 191% dibandingkan periode sebelumnya.

        Baca Juga: PGN Dorong Efisiensi 55% Biaya Energi Pengemudi Taksol melalui Program Konversi BBG Gratis

        Baca Juga: Hampir 90% Warga Deltasari Pakai Jargas, PGN Genjot Edukasi Keamanan

        Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Bumi, PGN Kantongi Kerja Sama Jual Beli Gas dari WK Tungkal

        Krisdyan mengatakan pendekatan pemberdayaan perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing desa agar menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

        “Setiap desa memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Sehingga pendekatan pemberdayaan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. PGN berupaya menjadi bagian dari proses tersebut agar masyarakat dapat memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat dan mandiri,” katanya.

        Rangkaian program tersebut mendapat penghargaan dalam Anugerah Ekonomi Hijau 2026 pada 3 September 2026. PGN menerima penghargaan kategori Inisiatif Mendukung Kemandirian Ekonomi Desa atas program pemberdayaan yang menggabungkan penguatan ekonomi lokal dan aspek keberlanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: