Kredit Foto: Inalum
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menyalurkan bantuan senilai Rp252 juta serta mengirim sembilan relawan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut berasal dari donasi sukarela Insan Inalum yang kemudian diperkuat perusahaan melalui skema matching donation 1:1. Dengan skema tersebut, setiap Rp1 donasi yang dihimpun karyawan ditambah Rp1 dari perusahaan dengan nilai yang sama.
Bantuan yang disalurkan mencakup 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, dan 84 dus air mineral untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 September 2026.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita mengatakan aksi tersebut bermula dari kepedulian karyawan yang ingin membantu masyarakat terdampak bencana dan kemudian diperluas melalui dukungan perusahaan.
“Bantuan ini berangkat dari kepedulian Insan INALUM yang ingin turut hadir bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Perusahaan kemudian memperkuat semangat tersebut agar manfaat yang diberikan dapat semakin luas. Bagi kami, kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,” ujar Melati.
Selain bantuan logistik, Inalum menerjunkan sembilan Insan INALUM yang tergabung dalam INALUM Relawan (I-Wan) ke wilayah terdampak. Para relawan memiliki beragam kompetensi, termasuk tenaga medis dan personel keamanan.
Selama berada di wilayah terdampak, relawan membantu mendistribusikan kebutuhan pokok, memberikan pemeriksaan kesehatan, serta melaksanakan trauma healing dan pendampingan kepada masyarakat.
Kehadiran relawan diarahkan untuk membantu kebutuhan fisik sekaligus memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Direktur OJLP BNPB Brigjen TNI Hery Setiono mengapresiasi dukungan INALUM dalam penanganan bencana di NTT. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat respons bencana dan mempercepat pemulihan.
“Kami mengapresiasi dukungan dari INALUM. Kami sadar, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memperkuat respons bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga yang terdampak,” ujar Hery.
Baca Juga: Fundamental Kuat, Pefindo Naikkan Peringkat Inalum jadi idAA dengan Prospek Stabil
Baca Juga: AAUI Ungkap Klaim Bencana NTT-Kalimantan Sementara Tembus Rp20 Miliar
Baca Juga: Lanjutkan Bantuan Pendidikan dan Kesehatan di NTT, Hari Ketiga Pendekar 08 Dampingi Warga
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT dan diikuti rangkaian gempa susulan.
Inalum menyatakan aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus upaya perusahaan mendukung masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: