Zulhas Ungkap Belajar Jadi Orang Kaya dari Pedagang di Pasar Mester, Berawal dari Rasa Penasaran
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengungkap salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya saat mulai memikirkan cara meningkatkan kondisi ekonomi. Pengalaman itu terjadi ketika dirinya berada di Pasar Mester, Jakarta Timur, dan melihat sejumlah pedagang yang menurutnya telah berhasil membangun kehidupan ekonomi yang mapan.
Zulhas menceritakan pengalaman tersebut dalam acara Lampung Financial Festival 2026 di Lampung, Sabtu (5/9/2026). Ia mengatakan pengalaman melihat aktivitas perdagangan di pasar membuat dirinya mulai bertanya-tanya mengapa sebagian orang bisa memiliki kekayaan lebih besar dibandingkan dirinya.
Menurut Zulhas, rasa penasaran tersebut kemudian membuatnya tidak sekadar melihat kondisi orang lain, tetapi mulai mencari tahu bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan finansial. Ia kemudian memilih untuk mempelajari berbagai hal yang menurutnya dapat membantu dirinya mengubah kondisi ekonomi.
"Saya lihat di Pasar Mester itu orang-orang Cina itu kok kaya-kaya, saya kok enggak punya duit. Jadi saya belajar bagaimana caranya jadi orang kaya," kata Zulhas.
Alih-alih berhenti pada rasa iri atau membandingkan diri, Zulhas mengatakan dirinya mulai mencari pengetahuan dari berbagai sumber. Ia membaca buku dan mengikuti kursus untuk memahami keterampilan yang dapat menunjang rencana bisnisnya.
Dari proses tersebut, Zulhas kemudian memutuskan untuk mendalami bidang marketing atau pemasaran. Menurut dia, kemampuan memahami pemasaran menjadi salah satu bekal yang kemudian digunakan ketika mulai membangun usaha.
Keputusan menjadi pengusaha tidak datang secara tiba-tiba. Sebelumnya, Zulhas sempat bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Pertanian setelah menyelesaikan pendidikan dan menjalani perjalanan hidup di Jakarta.
Namun, pekerjaan tersebut akhirnya ia tinggalkan karena penghasilan sebagai pegawai menurutnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Zulhas kemudian memilih mencoba peruntungan melalui dunia usaha meski harus memulai dari kondisi yang terbatas.
Perjalanan tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman Zulhas ketika pertama kali datang ke Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan. Ia mengaku tidak memiliki jaringan atau kenalan yang bisa menjadi pegangan ketika mulai membangun kehidupan di ibu kota.
Saat merantau, Zulhas membawa sejumlah barang pemberian ibunya yang kemudian menjadi modal awal. Kalung, cincin, dan gelang pemberian sang ibu menjadi bagian dari bekal yang ia bawa ketika memulai kehidupan baru di Jakarta.
Sebelum masuk ke dunia usaha, Zulhas juga sempat mencoba mengikuti pendidikan di bidang kedokteran. Namun, ia tidak berhasil masuk ke sekolah kedokteran dan kemudian menjalani jalur pendidikan serta pekerjaan yang berbeda.
Pengalaman masa mudanya membuat Zulhas menilai bahwa kondisi ekonomi seseorang tidak hanya ditentukan oleh keadaan awal. Menurutnya, seseorang perlu memiliki kemauan untuk belajar, menyusun rencana, serta berani mengambil keputusan ketika ingin mengubah kehidupannya.
Zulhas kemudian mengaitkan proses tersebut dengan perkembangan bisnis yang ia jalani pada era 1980-an. Ia mengaku pada 1985 pernah memperoleh penghasilan yang jika dibandingkan dengan nilai uang saat ini setara sekitar Rp1 miliar per bulan.
Ia juga mengatakan aktivitas perdagangannya pada masa tersebut sudah menjangkau sejumlah negara dan wilayah Asia. Zulhas menyebut dirinya berdagang dengan pihak dari China, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong.
Baca Juga: Food Waste MBG Tinggi, Anak Kelas Bawah Ikut Tak Memakan
Pada 1986, Zulhas mengklaim dirinya telah memiliki empat rumah. Cerita tersebut ia sampaikan sebagai bagian dari perjalanan bagaimana keputusan untuk belajar dan terjun ke dunia usaha kemudian membawanya menuju kondisi finansial yang berbeda.
Menurut Zulhas, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya memiliki perencanaan dalam membangun kesuksesan. Ia menilai seseorang perlu mempunyai mimpi besar, menetapkan target yang jelas, serta berani menghadapi berbagai kesulitan dalam proses mencapainya.
Kisah Zulhas di Pasar Mester pun menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik dan pemerintahan. Dari rasa penasaran melihat keberhasilan orang lain, ia mengaku terdorong untuk belajar dan mencari cara agar dapat memperbaiki kondisi ekonominya sendiri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama