Kredit Foto: F5
Google Cloud menangkap kebutuhan kecerdasan buatan (AI) yang mulai dimanfaatkan oleh industri keuangan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengoptimalkan biaya operasional di tengah kompleksitas proses bisnis.
Untuk itu, perusahaan meluncurkan Gemini Enterprise for Financial Services yang kini dalam tahap preview bagi pelanggan Google Cloud secara global sebagai platform agentic AI yang mengotomatisasi sejumlah workflow keuangan, mulai dari riset hingga tugas repetitif.
Google Cloud menilai, proses pelaporan manual masih menyita waktu analis untuk mengumpulkan data dibandingkan menghasilkan insight. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi daya saing institusi ketika melakukan pitching, menentukan harga, maupun merespons perubahan pasar.
CEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan institusi keuangan membutuhkan AI yang dapat terhubung dengan sistem teknologi informasi sekaligus memenuhi kebutuhan keamanan dan kepatuhan.
“Para profesional di sektor keuangan membutuhkan platform AI yang tidak mengharuskan mereka bergantung pada satu model atau ekosistem tertentu, dapat terhubung dengan sistem IT yang mereka gunakan sehari-hari, serta memiliki tingkat keamanan dan kepatuhan yang tinggi,” ujar Kurian dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, penggunaan agentic AI juga diarahkan untuk memperkuat daya saing institusi keuangan.
“Dengan kehadiran Gemini Enterprise for Financial Services, kami menyediakan semua kebutuhan kapabilitas agentic AI untuk workflow keuangan yang dilengkapi dengan kemampuan yang dapat menjelaskan dan memverifikasi data, sehingga institusi dapat mengubah inovasi AI menjadi keunggulan kompetitif yang dapat diandalkan,” katanya.
Baca Juga: Meutya Hafid Ungkap 5 Arah AI Indonesia, dari Produktivitas hingga Ketahanan
Baca Juga: Ajaib Kembangkan Investasi Berbasis AI untuk Generasi Muda Indonesia
Adapun salah satu komponen yang disediakan adalah Financial Research agent yang dapat mengotomatisasi proses riset yang dibangun dengan lebih dari 50 foundational skills serta dilengkapi confidence scores, metodologi, data snapshots, dan kutipan sumber untuk mendukung verifikasi dan audit.
Lebih lanjut, Google Cloud juga menyediakan financial skills untuk mengotomatisasi tugas repetitif, seperti pemformatan laporan dan akses data. Adapun sebagai connectors, 13 integrasi dengan sumber data berlisensi, termasuk FactSet, LSEG, Moody’s, MSCI, PitchBook, S&P Global, dan SEC Edgar. Lalu, third-party agents dari ekosistem mitra Google Cloud untuk mempercepat proses onboarding bisnis dan memperkuat kepatuhan Know Your Customer (KYC).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: