Kredit Foto: IMIP
Situasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, masih mendapat pengamanan setelah bentrokan melibatkan pekerja asal China PT Astima Konstruksi (Askon) dan warga setempat.
Sebanyak 75 pekerja warga negara asing (WNA) asal China dievakuasi ke Markas Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan terkait peristiwa tersebut.
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengatakan, seluruh WNA yang dievakuasi dibawa ke Mako Polda Sulteng untuk dimintai keterangan.
Personel gabungan juga masih disiagakan di lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan maupun perkembangan situasi yang tidak diinginkan.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (3/10), terdapat empat orang yang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari tiga warga negara Indonesia dan satu WNA. Satu WNA yang mengalami luka masih menjalani perawatan.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait keberadaan para WNA tersebut. Koordinasi mencakup pemeriksaan dokumen serta kelengkapan administrasi.
Baca Juga: CORE Ungkap Ironi Nikel Morowali: Ekonomi Meledak, Kesejahteraan Warga Cuma Naik 2%
Penanganan kasus dilakukan Polres Morowali sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi secara intensif dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Masyarakat diminta tetap tenang dan menahan diri setelah terjadinya bentrokan. Polisi juga mengimbau warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Penanganan kejadian tersebut selanjutnya dipercayakan kepada kepolisian sambil menjaga situasi keamanan di wilayah Morowali tetap kondusif.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: