Google Cloud Dorong Perusahaan Indonesia Percepat Adopsi AI ke Skala Produksi
Kredit Foto: Google Cloud Indonesia
Google Cloud mendorong perusahaan di Indonesia mempercepat implementasi kecerdasan artifisial (AI) dari tahap uji coba menuju penggunaan berskala besar. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis inti guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.
Country Director Google Cloud Indonesia Karim Siregar mengatakan perusahaan kini memasuki era agentic AI, yakni pemanfaatan agen AI yang mampu menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri untuk mendukung operasional bisnis.
Menurut Karim, fokus perusahaan kini telah bergeser dari pendekatan cloud first menjadi AI ready, sehingga organisasi membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung beban kerja AI secara aman, efisien, dan mudah dikelola.
"Di era agentic AI, salah satu tolak ukur penting bagi kapabilitas engineering adalah kemampuan untuk menghadirkan solusi dalam skala Indonesia yang sesungguhnya," ujar Karim dalam Indonesia Leaders' Connect 2026, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan Google Cloud menawarkan platform Gemini Enterprise dan ekosistem AI terpadu untuk membantu perusahaan memodernisasi sistem lama, mengelola biaya penggunaan AI (tokenomics), serta mempercepat implementasi agen AI dari tahap eksperimen menuju produksi dengan hasil bisnis yang terukur.
Sejumlah perusahaan di Indonesia telah mulai memanfaatkan teknologi tersebut.
Di sektor media, Emtek Group mengembangkan platform produksi berbasis AI, VidioGen, untuk mendukung pembuatan konten. Teknologi itu diklaim mampu memangkas waktu dan biaya pengembangan ulang hingga 30 persen tanpa menghilangkan peran kreatif manusia.
Sementara itu, Indosat memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengoptimalkan kapasitas jaringan. Dalam kurun 90 hari, perusahaan mengklaim berhasil menekan tingkat pelanggan yang berhenti menggunakan layanan (user churn) hingga 50 persen, meningkatkan pendapatan rata-rata per pelanggan (Average Revenue Per User/ARPU) lebih dari 6 persen, serta mengidentifikasi potensi penghematan sekitar US$86,5 juta melalui analisis kapasitas jaringan berbasis AI.
Di sektor perbankan, PT Bank CIMB Niaga Tbk menggandeng Google Cloud dan Artefact mengembangkan sejumlah agen AI untuk mendukung operasional. Salah satunya digunakan oleh relationship manager untuk merangkum sentimen pasar dan tren keuangan, sementara agen AI lain membantu petugas layanan pelanggan memperoleh informasi produk secara real time saat melayani nasabah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: