- Home
- /
- EkBis
- /
- Transportasi
Siaga Gunung Anak Krakatau: Whoosh dan KAI Commuter Tetap Beroperasi, 8 Bandara Ditutup Sementara
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Penetapan status Level 3 atau Siaga Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik menyebabkan delapan bandara di wilayah barat Indonesia ditutup sementara.
Di tengah gangguan tersebut, layanan transportasi darat berbasis rel tetap beroperasi normal. Hingga Minggu (6/9/2026) sore, perjalanan Kereta Cepat Whoosh dan KAI Commuter dilaporkan berjalan aman tanpa kendala teknis yang disebabkan sebaran abu vulkanik.
KAI Commuter memastikan seluruh layanan perjalanan di berbagai wilayah tetap beroperasi, termasuk jalur yang berada paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, Commuter Line Merak tetap beroperasi normal dengan 14 perjalanan pada Minggu. Jumlah tersebut terdiri dari tujuh perjalanan dari Stasiun Merak dan tujuh perjalanan menuju Stasiun Merak.
"Layanan Commuter Line Merak yang beroperasi terdekat dengan lokasi Gunung Anak Krakatau tetap beroperasi normal dengan total 14 perjalanan, yakni 7 jadwal keberangkatan dari Stasiun Merak dan 7 perjalanan menuju Stasiun Merak," kata Karina dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
Sementara itu, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta atau Basoetta juga tetap beroperasi penuh dengan 64 perjalanan pada Minggu.
Layanan kereta bandara tersebut tetap dijalankan untuk mendukung mobilitas masyarakat, meskipun aktivitas penerbangan domestik maupun internasional di Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara hingga Minggu siang akibat sebaran abu vulkanik.
Operasional Whoosh Tetap Normal
Kondisi serupa terjadi pada layanan Kereta Cepat Whoosh. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan seluruh perjalanan Whoosh relasi Jakarta-Bandung pulang-pergi berjalan lancar.
Hingga Minggu sore, tidak terdapat penundaan maupun kendala teknis pada perjalanan Whoosh yang berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
KCIC tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan instansi terkait.
Keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas dalam pengoperasian layanan kereta cepat tersebut.
Meski layanan kereta masih berjalan normal, sebaran abu vulkanik yang terbawa angin mulai terpantau di sejumlah wilayah, termasuk area stasiun di Jabodetabek.
Baca Juga: CGK Tutup Pukul 02.08 - 17.30 WIB, Ini Jadwal Penutupan 8 Bandara Sekitar Gunung Anak Krakatau
Karena itu, pengguna jasa KAI Commuter dan Whoosh diimbau meningkatkan perlindungan diri selama melakukan perjalanan. Penumpang disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel abu vulkanik.
Penumpang Whoosh juga diimbau menggunakan kacamata, khususnya ketika beraktivitas di area terbuka stasiun, untuk menghindari iritasi mata.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di stasiun maupun selama perjalanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: