Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pinjol Meledak 25%, Ferry Latuhihin: Pertumbuhan Ekonomi Tak Terasa di Rakyat

        Pinjol Meledak 25%, Ferry Latuhihin: Pertumbuhan Ekonomi Tak Terasa di Rakyat Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hanya dirasakan oleh segelintir pihak.

        Ia mencontohkan daya beli masyarakat yang menurun tajam, meningkatnya angka pinjaman online (pinjol), serta kenaikan gaji buruh yang sangat kecil.

        "Dan daya beli masyarakat juga setahu kita itu memang jatuh sama sekali. terbukti dari pinjol yang naik sampai 25,88%. Artinya apa? Pertumbuhan yang tinggi tadi tidak dirasakan oleh masyarakat dan gaji buruh pun secara real katanya cuma naik 1,7%. ini bagaimana?" ujarnya dalam kanal YouTube FERRY LATUHIHIN, dikutip Senin (7/9).

        Ferry menyoroti ketimpangan antara angka pertumbuhan ekonomi yang diumumkan pemerintah dengan kondisi riil di lapangan.

        "Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang dideklarasi oleh BPS itu 5,45% rata-rata semester pertama, tapi gaji buruh secara real naik 1,7%, selebihnya siapa yang merasakan pertumbuhan yang tinggi ini?" mbuhnya.

        Ia menyindir pihak-pihak tertentu yang dianggap menikmati pertumbuhan tersebut, yakni pemilik program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

        Baca Juga: PDIP Minta PPATK dan Kejaksaan Telusuri Sumber Dana Pinjol: Uangnya dari Mana?

        "Mungkin itulah orang-orang yang memiliki SPPG, SPPG ya, bukan seluruh rakyat Indonesia. Nah, inilah yang menjadi masalah ya," tandasnya.

        Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, pada kuartal I-2026 ekonomi nasional tumbuh 5,61% (year-on-year/yoy). Kemudian di kuartal II sedikit melambat, namun tetap kuat di level 5,29% (yoy). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini tercatat 5,45%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: