Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Aktivis Senior Dorong Pemakzulan Gibran, Prabowo Dibikin Untouchable!

        Aktivis Senior Dorong Pemakzulan Gibran, Prabowo Dibikin Untouchable! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komedian Sam Darma Putra Ginting atau akrab disapa Sammy Notaslimboy menyoroti narasi pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan ramai diperbincangkan.

        Menurutnya, dorongan pemakzulan Gibran justru datang dari kalangan aktivis senior. Putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu dianggap sebagai “perusak,” sementara Presiden Prabowo Subianto seolah dibuat tidak tersentuh.

        "Gila sih, bahkan aktivis senior bikin narasinya makzulkan Gibran, sementara Prabowo dibikin untouchable, Gibran lah perusaknya," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (8/9).

        Ia menambahkan, kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 lalu tidak mungkin terjadi tanpa Gibran dan pihak yang mendukungnya. 

        "Prabowo tanpa Gibran (dan siapa di belakangnya) juga gak bakalan menang kemarin itu. Catatan: gua nggak sama sekali pro Gibran," tegasnya.

        Sebagai informasi, gerakan pemakzulan Gibran tidak hanya digerakkan oleh aktivis sipil senior, tetapi juga dipelopori secara terorganisasi oleh kelompok jenderal purnawirawan TNI dan Polri.

        Narasi ini mencuat setelah Forum Purnawirawan TNI-Polri (FPP TNI) secara terbuka menyuarakan tuntutan tersebut. Mereka bahkan telah mengirimkan surat resmi ke DPR dan MPR, menilai pencalonan Gibran melanggar batas usia melalui putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90, yang dianggap sarat nepotisme.

        Baca Juga: PSI Sentil AHY: Harusnya Belajar dari Jokowi, Bukan SBY

        Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait kemampuan, kompetensi, serta potensi gangguan stabilitas politik bagi pemerintahan ke depan.

        Meski surat usulan pemakzulan dikonfirmasi sudah diterima Sekretariat Jenderal DPR, proses politiknya di Senayan masih mandek dan belum dibahas secara resmi oleh fraksi-fraksi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: