Mbappe Sebut Dirinya Terbaik di Dunia, Legenda Prancis Langsung Menyemprot: Memalukan!
Kredit Foto: Ist
Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan menjelang pengumuman Ballon d’Or 2026 setelah secara terbuka menyebut dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Kepercayaan diri penyerang Real Madrid itu justru mendapat respons keras dari legenda Prancis Christophe Dugarry.
Mbappe memang memiliki alasan untuk percaya diri setelah melewati musim yang produktif bersama Real Madrid dan tampil menonjol bersama Timnas Prancis. Namanya juga masuk dalam 30 nominasi Ballon d’Or 2026 yang akan diumumkan pada 26 Oktober di London.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan, Mbappe ditanya mengenai peluangnya meraih Ballon d’Or untuk pertama kalinya. Ia mengakui banyak orang mulai membicarakan dirinya sebagai kandidat penghargaan tersebut.
Mbappe kemudian mengatakan tahun ini bisa menjadi kesempatan yang tepat baginya untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola. Namun, ia juga menegaskan keputusan akhir berada di tangan para jurnalis yang memiliki hak suara.
“Banyak orang membicarakan saya dan Ballon d'Or. Tentu saja, saya telah mencetak sejarah di kompetisi paling bergengsi. Mungkin ini tahun yang tepat untuk itu, tetapi orang-orang bebas memberikan suara sesuai pandangan mereka,” kata Mbappe, dikutip dari Diario AS.
Ketika kembali ditanya mengenai penilaiannya terhadap kualitas dirinya sendiri, Mbappe tidak menunjukkan keraguan. Pemain berusia 27 tahun itu justru memberikan jawaban yang kemudian menjadi pemicu kritik Dugarry.
“Saya selalu menganggap diri saya sebagai terbaik di dunia, namun setiap orang punya pendapat masing-masing. Mungkin orang lain memiliki pandangan yang berbeda. Menurut saya, itu bukan topik yang perlu kita bahas,” tegas Mbappe.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan Dugarry. Mantan pemain Timnas Prancis itu menilai Mbappe seharusnya tidak berbicara secara terbuka seolah-olah sedang meminta penghargaan individu.
“Meminta penghargaan individu secara terbuka seperti itu menurut saya kekanak-kanakan dan memalukan. Tidak ada hal hebat dari tindakan meminta penghargaan semacam itu, apalagi saat Anda menjabat sebagai kapten tim nasional,” kata Dugarry, dikutip dari Sportbible.
Dugarry menilai status Mbappe sebagai kapten Prancis membuat pernyataan tersebut semakin tidak tepat. Menurutnya, pemain yang dipercaya menjadi pemimpin tim nasional seharusnya lebih banyak menempatkan kepentingan kolektif dibanding pencapaian pribadi.
Kritik Dugarry juga tidak berhenti pada Mbappe. Ia melihat pernyataan tersebut sebagai bagian dari kecenderungan sepak bola modern yang menurutnya semakin mengedepankan pencapaian individu.
Menurut Dugarry, seorang pemain besar seharusnya berbicara mengenai target tim, keberhasilan bersama, serta trofi yang ingin diraih bersama rekan-rekannya. Penghargaan individu seharusnya menjadi konsekuensi dari performa tersebut, bukan sesuatu yang perlu dikejar melalui pernyataan publik.
Mbappe sendiri memang memiliki statistik yang membuatnya layak diperhitungkan. Ia mencatatkan 42 gol dan tujuh assist untuk Real Madrid pada musim lalu dan kemudian menambah catatan historis bersama Prancis di Piala Dunia 2026.
Meski begitu, performa individu bukan satu-satunya pertimbangan dalam perebutan Ballon d’Or. Persaingan tahun ini juga melibatkan sejumlah nama besar seperti Harry Kane, Lamine Yamal, Ousmane Dembélé, Rodri, dan pemain-pemain lain yang memiliki pencapaian kuat bersama klub maupun negara.
Baca Juga: Zidane Jadi Pelatih Prancis Malah Disorot karena Islam, Pemerintah Ikut Membela
Bagi Mbappe, Ballon d’Or 2026 menjadi kesempatan untuk mengakhiri penantian setelah sebelumnya belum pernah memenangkan penghargaan tersebut. Pencapaian terbaiknya terjadi pada 2023 ketika ia finis di posisi ketiga di belakang Erling Haaland dan Lionel Messi.
Kini, perdebatan mengenai Mbappe bukan hanya soal apakah statistiknya cukup untuk memenangkan Ballon d’Or. Pernyataannya bahwa dirinya selalu menganggap sebagai pemain terbaik di dunia telah menambah bumbu dalam persaingan penghargaan tersebut.
Pengumuman pemenang Ballon d’Or 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober di London. Sampai saat itu, Mbappe harus membiarkan performa dan suara para jurnalis menentukan apakah kepercayaan dirinya benar-benar berujung pada trofi individu pertamanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: